Kemplang Tunu, Kuliner Khas Olahan Ikan Sungai

Kemplang tunu atau yang biasa dikenal sebagai kemplang panggang merupakan kuliner jajanan khas Palembang yang sangat diminati. Lela di Tangga Buntung, salah satu dari sedikit perajin kemplang sedap dari olahan ikan sungai ini.
KEMPLANG tunu sudah menjadi industri rumahan yang digeluti warga.
Meski begitu usaha kemplang tunu terbilang masih jarang karena permintaan dan market yang belum terlalu luas.
Hanya warga yang telah turun-temurun saja yang menggeluti usaha makanan ini.
Lela, perajin kemplang tunu di Daerah Tangga Buntung, Palembang yang telah memulai usahanya sejak tahun 1999, mengatakan orangtuanya menurunkan usaha tersebut sejak dia masih di bangku sekolah.
“Ibu saya memang usaha rumahan kemplang juga sejak dulu, makanya usaha ini diturunkan ke saya,” katanya kepada BeritaPagi di Palembang, Rabu (16/11/2022).
Ia pun mengatakan, usaha rumahan kemplang tunu miliknya terus mengalami peningkatan, hal ini dikarenakan minimnya perajin kemplang tunu sehingga membuat para konsumen terus berdatangan untuk mendapatkan kemplang panggangnya.
Dikatakannya, setiap tahun pegawainya terus bertambah karena banyaknya permintaan akan kemplan tunu tersebut. Dalam sehari, ia bisa memproduksi 10 ribu keping kemplang tunu.
“Sebenarnya tidak tentu, lebih tergantung pada pesanan, tetapi akhir-akhir ini kita terus memproduksi hingga 20-25 ribu keping kemplang tunu,” katanya.
Lela pun memproduksi kemplang tunu dari awal pembuatan hingga dijual di berbagai agen Kemplang Kota Palembang. Untuk harganya pun bervariasi tergantung ukuran kemplang tersebut.
Per kantong berisikan 25-30 keping Kemplang Tunu dijual mulai dari Rp10.000 hingga Rp13.000.
Dari penjualan tersebut, ia bisa mendapatkan Rp 10- 20 juta per bulannya.
Usahanya tersebut pun memberi keuntungan bagi warga sekitar karena telah menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka.
“Karyawan saya sekarang ada 14 orang, dan semuanya adalah warga daerah sini,” katanya.
Ia memang sengaja menarik warga sekitar untuk dijadikan pegawainya. Hal itu dikarenakan banyaknya warga yang terkena dampak akibat pandemi sehingga kehilangan pekerjaanya, demi
membantu para tetangga, ia memutuskan untuk menggunakan jasa warga sekitar dalam meningkatkan usahanya tersebut.
“Daripada mencari orang lain, lebih baik meningkatkan dan membantu ekonomi tetangga saya saja,” ujarnya. Permintaan Kemplang tunu miliknya pun berasa dari luar Palembang.
Meranjat, Indralaya, Sekayu, Muara Enim, Oku, Lahat, dan Pagaralam pun merupakan konsumen tetap kemplang miliknya.
Ia berharap, kemplang tunu khas Sumsel ini dapat diketahui dan dipasarkan hingga ke luar Sumsel sehingga dapat membantu para perajin kemplang tunu lainnya.
Maka dengan itu ia berharap Pemerintah Kota Palembang dapat peka terhadap kuliner ini dan ikut membantu memasarkan Kemplang Tunu hingga ke berbagai daerah di Indonesia.#adl