Anna Kumari Lestarikan Tradisi Rebo Kasan di Palembang

97
Suasana rangkaian rebo kasan yaitu kegiatan Bekela di Danau Jakabaring Sport City (JSC), Rabu (21/9).(BP/IST)

Palembang, BP– Rebo kasan adalah rangkaian tradisi dan ibadah yang dilaksanakan pada Setiap Rabu Akhir di bulan Safar, yang tahun ini jatuh pada tanggal 21 September 2022.

Tradisi Rebo Kasan ini masih dilakukan sebagai masyarakat Palembang seperti halnya Pelestari Budaya Palembang Hj Masayu Anna Kumari yang masih melestarikan tradisi Rebo kasan.
“Rangkaiannya terdiri dari salat sunat safar, mandi safar dan bekela,” kata Pelestari Budaya Palembang Anna Kumari saat menggelar rangkaian rebo kasan yaitu kegiatan Bekela di Danau Jakabaring Sport City (JSC), Rabu (21/9).
Anna Kumari (BP/IST)

Anna Kumari mengatakan,  untuk salat sunat safar ini empat rakaat dilakukan di masjid, musholla atau langgar. Kemudian untuk mandi safar, kalau zaman dahulu dilakukan di tepian Sungai Musi. Namun kalau sekarang bisa di rumah.

Baca Juga:  Akses Jalan yang Jauh dan Rusak Hingga Sering Mati Lampu di Danau Ranau, SKK Migas Minta Media Bersuara
Terakhir bekela, yang merupakan sedekah makanan. Makan bersama dengan sanak keluarga dan handai taulan sebagai wujud rasa bersyukur dan mempererat talisilahturahmi. Biasanya bekela ini dilakukan di danau, tepian Sungai Musi, hutan dan lain-lain.
“Kami hari ini melakukan bekela di tepian danau JSC. Bersama keluarga, ada juga Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH MKn, Ustadz M Amin dan juga perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” katanya
Anna Kumari yang juga sebagai Maestro tari di Provinsi Sumsel berharap, bahwa tradisi Rebo Kasan ini terus dilestarikan. Bahkan kalau bisa kedepannya adakah dalam jumlah peserta yang lebih besar.
Sementara itu SMB IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja mengatakan, bekela ini untuk menjalin silaturahmi yang lebih kuat. Dengan bersedekah dan harapannya diterima Allah.
“Budaya ini harus terus kita lestarikan.
Makan bersama seperti makan nasi minyak dan lauk pauknya, lalu ada camilan seperti pempek, buah-buahan dan lain-lain,” katanya
Ia pun berharap, tradisi ini tetap dilestarikan terus. Karena ini merupakan tradisi yang baik.
Sedangkan Ustadz M Amin menambahkan, bekela atau mengelak merupakan menjauhi balak dengan cara bersedekah dan ditopang dengan ibadah.
“Di akhir Rebo Kasan banyak balak, bisa ribuan balak. Maka hal yang dilakukan bisa menjauhi balak dan beribadah,” katanya.#osk

Baca Juga:  Alex Urus Izin Cuti Kampanye Pasangan Dodi-Giri
Komentar Anda
Loading...