HUT Ke V ADO DPD Sumsel, Gubernur  Perjuangkan Pengurangan Pemotongan Dari Aplikator Ke Driver Online

48
Asosiasi  Driver Online (ADO) DPD Sumatera Selatan (Sumsel)  menggelar Anniversary Asosiasi  Driver Online  Sumatera Selatan ke – V, Kamis (8/9) di  Stadion Kamboja yang terletak di Jalan Mayor Santoso 20 Ilir Palembang.(BP/UDI)

Palembang, BP- Asosiasi  Driver Online (ADO) DPD Sumatera Selatan (Sumsel)  menggelar Anniversary Asosiasi  Driver Online  Sumatera Selatan ke – V, Kamis (8/9) di  Stadion Kamboja yang terletak di Jalan Mayor Santoso 20 Ilir Palembang.

Hadir Gubernur Sumsel H Herman Deru, Ketua  ADO DPD Sumsel Muhammad  Asrul Indawan, Regional CEO BRI RO Palembang, Wahyudi Darmawan, perwakilan Pegadaian, perwakilan Smartfren, Kadishub Sumsel Ari Narsa, Kasat Pol PP Sumsel Aris Saputra dan para driver online seluruh Sumsel, Ketua  BPD HIPMI Sumsel, Hermansyah Mastari, perwakilan Polretabes Palembang, perwakilan TNI.

 Acara juga diselingi dengan pembagian beras secara simbolis, peresmian koperasi ADO, pembagian kartu BRIZZI, penandatanganan MoU  Smartfren dan ADO, talk show Momea (BRI dan pegadaian) , pembagian door prize dan hiburan.

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengaku bangga dengan ADO Sumsel , lantaran apa yang dilakukan ADO Sumsel dapat mengurangi pengangguran, dan profesi ini menurutnya profesi yang terhormat dan halal.

Baca Juga:  Matahati Bagikan 200 Paket  Sembako Untuk Program Tebus Murah Untuk Masyarakat  di Lr Kedukan 5 Ulu

“ Maka untuk itu pemerintah provinsi akan terus mendorong  agar profesi ini bisa menjadi pahlawan keluarga dalam menafkahi keluarga dengan penghasilan yang pantas, antara lain akan mengusahakan regulasi setelah kita pelajari payung hukum dan studi banding nanti jika mengurangi pemotongan-pemotongan kewajiban kepada aplikator ,” katanya.

Menurutnya jika ini ranahnya pemerintah dan tidak masuk dalam hukum perjanjian maka  bisa  pihaknya kurangi.

Sedangkan Ketua ADO DPD Sumsel Muhammad  Asrul Indawan meminta kenaikan tarip ojek online dari pemerintah karena saat ini tarip bahan bakarnya sudah naik tapi pihaknya juga meminta aplikator dan , pemerintah memerintahkan kepada aplikator untuk mengurangi pemotongan keuntungan perusahaan aplikator tersebut.

Baca Juga:  IRT Tewas Terlindas Truk  Tronton

“ Artinya driver itu telah dipotong 30 persen  belum biaya aplikasinya , itu memberatkan driver , harapan kita pemotongan itu cukup 10 persen, jangan 30 persen, karena terlalu besar bagi kawan-kawan  driver, mereka bekerja di jalan ini  lebih rentan musibah, lebih rentan  kejadian yang luar biasa, untuk itu kami menekan kepada aplikator  dan kepada Pemerintah Provinsi Sumsel untuk bagaimana solusinya agar aplikator mengurangi pemotongan kepada driver, “ katanya.

Pihaknya juga akan menyampaikan hal ini kepada aplikator dengan cara-cara yang santun dan membuat petisi dan disampaikan kepada aplikator dimana aplikator di Sumsel mengacu kepada pusat.

“ Makanya kita tekankan kepada pemerintah  pusat untuk membebaskan aturan tarif  bawah dan tarif atas  di provinsi , sehingga gubernur pada saat ini yang menjabat bisa mengaplikasikan itu di aplikator yang ada disini,” katanya.

Baca Juga:  Loisa Sabet Gold Medal Bali International Choir Festival 2023

Selama ini pihaknya selalu menunggu  dipusat , akibatnya pihaknya tidak bisa bergerak dan terkunci di bawah.

“ Untuk itu kita minta kepada kementrian  bagaimana caranya kebijakan untuk  menaikkan tarif atas dan tarif bawah ini ada di provinsi sehingga kita berusaha menegosiasi dengan aplikator, pemerintah dan kita sebagai driver untuk mendudukkan supaya tidak ada yang dirugikan  satu sama lain, artinya berat sama di pikul  dan ringan sama dijinjing,  kita ini mitra aplikator dimana orang  harus berdiri sama tinggi dan duduk  sama rendah , tidak boleh menang sendiri dalam hal ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur H Herman Deru memberikan door prize satu unit sepeda motor.#osk

       

Komentar Anda
Loading...