Dua Pimpinan Perguruan Tinggi Ternama di Palembang  Merapat Ke PKN

100
Ketua Dewan Penasehat (Wanhat) Pimda PKN
Provinsi Sumsel, H M Albahori M,Ikom (BP/IST)

Palembang, BP- Dua pimpinan Perguruan Tinggi ternama di Palembang siap gabung Pimpinan Daerah (Pimda) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal tersebut dibenarkan Ketua Dewan Penasehat (Wanhat) Pimda PKN Provinsi Sumsel, H M Albahori M,IKom, Jumat (2/9) siang.

“Ya, Alhamdulillah ada dua akademisi (Pimpinan Perguruan Tinggi) yang memiliki intergritas tinggi dari perguruan Tinggi di Palembang sudah gabung dengan PKN,” katanya  namun tak menyebut nama kedua pimpinan perguruan tinggi tersebut.

Baca Juga:  Ditemukan Bata-Bata Lama di Belakang Museum SMB II , Diduga Dari Era Kesultanan Darussalam

PKN di Sumsel memang memiliki magnet yang cukup besar. Tentu ini tidak terlepas dari kehadiran Hj Lucianty sebagai Ketua Pimda PKN Provinsi Sumsel. Selain dari kalangan akademisi sebelumnya juga sudah gabung lebih dulu, dua mantan kepala daerah.

Sebelumnya, juga ada beberapa tokoh senior partai politik, dan juga tokoh masyarakat serta sejumlah tokoh perempuan yang siap berpatisipasi aktif ikut menyukses  Partai Kebangkitan Nasional (PKN) besutan Politisi Ulung Anas Urbanibgrum.

Baca Juga:  Pelaku Perampasan Motor Digebuk Massa

Selain itu, banyak dari berbagai kalangan,  dari mantan Birokrat,  Purn. TNI-POLRI dan Pengusaha, Kalangan Milenial, yang tertarik dengan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN),  yang tentunya diharapkan PKN, merupakan salah satu wadah aspirasi politik, dalam memperjuangkan ide/gagasan anak muda yang berwawasan nusantara, guna menggali kejayaan nusantara dimasa lalu dalam kerangka kehidupan  politik, ekonomi, sosbud dalam berbangsa dqn bernegara, pungkas Wanhat PKN  Sumsel.

Baca Juga:  Mantan Calon Bupati OKU Timur Gabung ke PKB

 

Menurutnya  PKN sangat welcome dengan masyarakat Sumsel, tanpa terkecuali yang ingin bersama-sama membersarkan partai demi kebangkitan nusantara.

“Kita sedang bersiap untuk menghadapi proses verifikasi faktual dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Setelah etape ini (verifikasi) selesai baru kita fokus untuk mempersiapkan calon anggota legeslatif,” katanya.#osk

 

Komentar Anda
Loading...