Sidak Pembangunan Fly Over Simpang Sekip, Komisi IV DPRD Sumsel: Sudah On The Track

Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan sidak pembangunan Fly Over Simpang Sekip di Jalan Basuki Rahmat Simpang. (BP/IST)
Palembang, BP- Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan sidak ke pembangunan Fly Over Simpang Sekip atau tepatnya Fly Over yang berada di Jalan Basuki Rahmat simpang Jalan Angkatan 66 Palembang. Jum’at, (12/8) sore bersama Dinas PU Bina Marga (BM) dan Tata Ruang (TR) Provinsi Sumsel .
Rombongan Komisi IV DPRD Sumsel di pimpin Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Ir. Holda M.Si didampingi sejumlah anggota Komisi IV DPRD Sumsel.
“Dengan adanya pembangunan fly over ini kita harapkan kedepannya lalu lintas yang ada di persimpangan jalan Angkatan 66 ini dapat segera diatasi sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat daripada pembangunan Fly Over ini,” kata Holda.
Menurut politisi Partai Demokrat ini pembangunan Fly Over ini setahap demi setahap sudah mulai berjalan, sudah ada perkembangan yang cukup bagus dan memang untuk saat ini ada hambatan sedikit.
“Insyallah dalam waktu dekat ini kendala tersebut dapat segera diatasi dan diselesaikan”, katanya.
Dijelaskannya bahwa untuk ganti rugi lahan uangnya sudah disiapkan dan anggarannya sudah tersedia dan tinggal menunggu tahapannya saja memang ada beberapa juga tahapan yang belum mengikuti proses dan prosedur yang ada akan tetapi hal tersebut dapat kita atasi bersama dengan mencarikan solusi yang terbaik.
Sedangkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Hasbi Asadiki menambahkan terkait kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Komisi IV DPRD Sumsel bersama Dinas PU BM dan TR Provinsi Sumsel dirinya menjelaskan bahwa pembangunan Fly Over ini proses pengerjaannya sesuai dengan schedule yang ada.
“Pemprov Sumsel turut berperan dengan berkontribusi dalam memberikan dukungan anggaran terhadap pembebasan lahan dan ini butuh dukungan besar semua pihak sehingga pembangunan fly over ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar sehingga pembangunannya dapat langsung kita rasakan manfaatnya,” katanya.
Diakuinya memang untuk saat ini, yang menjadi kendala salah satunya adalah adanya beberapa persil lahan yang belum terselesaikan, sehingga kita berharap dengan adanya pendekatan persuasif kepada masyarakat yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel yang mana dalam hal ini diwakilkan oleh Dinas PU BM dan TR Provinsi Sumsel yang memilki kewenangan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Untuk diketahui bahwa saat ini progres yang sudah tercapai untuk pembangunan Fly Over ini mencapai 15 persen sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya adalah utilitas,” katanya.
Plh. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Ir. Darma Budhy melalui Sekretarsis Dinas, Ir. Novian Aswardani ST MM, menjelaskan bahwa pembangunan fly over ini berjalan sesuai rencana akan tetapi yang menjadi hambatan pembangunan adalah utilitas seperti kita ketahui negara Indonesia ini terdapat beberapa jaringan seperti telpon, jaringan air bersih, jaringan gas yang semuanya berada di bahu jalan protokol.
“Artinya kita harus menggeser atau memindahkan semua utilitas tersebut dengan segera melakukan koordinasi kepada seluruh instansi (stakeholder) yang ada demi memberikan pelayanan berupa keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang berada disepanjang jalur pembangunan tersebut sehingga masyarakat tidak merasa terganggu dengan adanya pembangunan Fly Over ini ,” katanya.
Dijelaskannya bahwa utilitas yang ada di sepanjang pembangunan Fly Pver ini seperti, adanya pipa gas bertegangan tinggi sehingga ada beberapa konstruksi yang harus ditambahkan agar berdampak terhadap penguatan pembangunan.
“Kami juga meminta maaf kepada masyarakat apabila didalam proses pembangunan Fly Over ini mungkin dalam beberapa waktu dapat membuat terganggunya arus lalu lintas yang ada di sekitar lokasi pembangunan Fly Over.Tapi yakinlah pada suatu saat nanti dampak yang kita rasakan manfaatnya adalah terciptanya arus lalu lintas yang lancar sehingga dapat mengurai kemacetan yang ada di sekitar lokasi pembangunan Fly Over ini,” katanya.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III Sumatera Ryandra sangat mengapresiasi dengan adanya monitoring maupun sidak yang dilakukan oleh Komisi IV DPRD Sumsel bersama Dinas PU BM dan TR Provinsi Sumsel karena kegiatan ini diyakini dapat berdampak positif selain dapat melihat langsung proses pekerjaannya juga dapat melihat kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
“Memang kita akui bahwa didalam proses pembangunan yang menjadi kendala adalah utilitas. Dari awal pembangunan kendala utilitas sudah menjadi perhitungan kita, tapi kita berusaha semaksimal mungkin pekerjaan pembangunan Fly Over ini dapat berjalan sesuai rencana atau on schedule. Untuk saat ini kita akui bahwa proses pekerjaannya terlambat minus 3 Persen,” katanya.
Sedangkan untuk progres pekerjaan pembangunan Fly Over Simpang Sekip ini menurutnya sudah mencapai 15 Persen .
Sedangkan pihaknya menargetkan pada akhir tahun ini progres Pembangunan Fly Over Simpang Sekip ini mencapai 38 persen.#osk