Miris! Banyak Siswa SMA di Palembang yang Tak Kenal Sosok Pahlawan Nasional SMB II

147

Oleh: Rd. Muhammad Ilmi Luthfi

(Mahasiswa Magister Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Fatah)

 

Survei sederhana yang dilakukan oleh beberapa guru sejarah SMA di Palembang mendapatkan hasil mengejutkan. Dari lebih dua ratus siswa SMA di Palembang yang menjadi responden survei, hampir semua siswa tidak bisa menjawab siapa Sultan Mahmud Badaruddin II.

Banyak siswa yang menjawab bahwa Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) adalah raja dari Kerajaan Sriwijaya. Bahkan, adapula yang menjawab SMB II sebagai raja dari Kerajaan Samudra Pasai dan Majapahit.

Baca Juga:  Alex Noerdin Bersama Dodi Reza Alex “Akrab “Dengan SO

Entah apa yang membuat banyak siswa SMA di Palembang tidak mengetahui Sultan Mahmud Badaruddin II adalah raja/sultan dari Kesultanan Palembang Darussalam. Jelas antara Sriwijaya dengan Kesultanan Palembang Darussalam terdapat selisih masa ratusan tahun.

Nama besar Sultan Mahmud Badaruddin II yang digunakan sebagai nama bandar  udara internasional di Palembang pun seakan belum cukup untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda akan kehebatan tokoh tersebut. Bahkan sebelumnya lukisan sang Sultan pernah dipakai sebagai gambar uang pecahan sepuluh ribu rupiah.

Baca Juga:  Sultan Palembang Apresiasi Launching Calendar of Event 2025 untuk Promosikan Wisata Sumsel

Tidak dapat dipungkiri, materi pelajaran sejarah yang diajarkan kepada siswa tidak ada yang secara fokus membedah sejarah lokal Palembang. Harapannya, dengan adanya Kurikulum Merdeka para guru dapat lebih banyak menyampaikan sejarah lokal Palembang dan Sumatera Selatan kepada para siswa.

Selain itu, peran generasi tua juga sangat dibutuhkan. Banyak pula siswa yang  disurvei dan menyandang gelar  Raden, Masagus, Kiagus, dan Kemas namun menjawab bahwa SMB II adalah raja dari Kerajaan Sriwijaya. Betapa menyedihkan siswa yang merupakan zuriat bangsawan Palembang sendiri tidak mengenal siapa leluhur mereka.

Baca Juga:  12 Desember Hingga 25 Desember, KPU Palembang Lakukan Verfikasi Faktual Calon Perseorangan

Tentu, hal ini menjadi tugas kita semua yakni para sejarawan, budayawan, generasi tua, para guru memiliki kewajiban dalam menyampaikan sejarah lokal kepada generasi muda terutama bagi mereka yang sedang menempuh dunia Pendidikan.#Rill

 

 

Komentar Anda
Loading...