Minyak Goreng Jadi Pekerjaan Rumah

27
PANEN – Petani memanen kelapa sawit dan siap memasarkannya. IST

Janjikan Kesejahteraan 380 Petani

Mencegah harga sawit anjlok dan tetap jaga ketersedian minyak goreng jadi pekerjaan rumah dan tantangan Apkasi.

PALEMBANG, BP – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasi) Sumatera Selatan, janjikan pembelaan terhadap petani non plasma agar 380 juta petani swadaya supaya bisa hidup lebih sejahtera.
Hal ini disampaikan Ketua DPW Apkasi, yang juga merupakan Wakil Bupati Banyuasin, H. Slamet Somosentono, SH, saat Penguatan Kelembagaan dan Kemitraan Kelapa Sawit Rakyat, yang digelar 5-7 Agustus di Hotel Aston Palembang.
Dalam sambutannya Pakde Slamet juga menekankan bahwa penguatan kelembagaan dan kemitraan kelapa sawit rakyat yang bersinergi dengan pemerintah daerah akan membawa dampak positif pada industri kelapa sawit di nusantara.
“Saya meyakini teman-teman di daerah mempunyai harga tawar politik, karenanya saya mendorong untuk ikut mencalonkan diri sebagai anggota dewan, agar yang bisa kita perbuat untuk petani sawit bisa lebih besar lagi. Karena sebagai anggota kita akan bisa membuat kebijakan yang lebih meringankan beban para petani sawit terutama petani swadaya,” katanya, Minggu (7/8).
Ia juga meminta keberadaan Apkasi di daerah, juga harus selalu bersinergi dengan pemerintah masing-masing agar bisa terus mengawal harga sawit. Adanya ujaran yang menyatakan bahwa sawit merusak lahan, diminta untuk dibalas dengan membuktikan kebermanfaatan besar dari tanaman ini.
Pakde Slamet juga mengajak seluruh pengurus untuk bekerja keras demi petani kelapa sawit yang ada di Sumatera Selatan.
“Setelah pelantikan kita harus segera action !” ujarnya. Karena beliau melihat masih banyak masalah-masalah yang dihadapi petani sawit terutama petani sawit swadaya. Masalah ini menjadi hutang pengurus untuk segera mencari jalan keluarnya. Karena menurutnya dari permasalahan yang ada petani swadayalah yang paling berdampak.
Ketua Gabungan Penguasaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel, Alex Sugiharto, menambahkan, keberadaan sawit sebagai komoditi terbesar kedua setelah batubara, menjadi alasan untuk semua organisasi untuk bersinergi bukan gontok-gontokan.
Ditambah lagi, isu kelangkaan minyak goreng yang dijadikan kampanye hitam menjadi pekerjaan rumah bagi semua, untuk membenahi industri sawit di dalam negeri, terutama kebijakan ekspor minyak sawit, dan untuk memastikan upaya mendongkrak harga tandan buah segar terutama untuk petani non plasma yang paling terdampak.
“Gapki juga akan mendukung segala kebijakan yang diterapkan pemerintah yang bertujuan perbaikan dalam industri kelapa sawit. Seperti, adanya audit oleh BPKP terhadap perusahaan yang akan membuat penyelenggaraan lndustri sawit lebih transparan,” katanya.
Selain itu peremajaan sawit rakyat yang terdiri dari 42 persen dari luas lahan yang ada akan meningkatkan produktivitas lahan milik rakyat yang tantangan terbesarnya adalah masalah produktivitas yang masih rendah.
Hal senada disampaikan Sekretaris Jendral DPP Apkindo, Rino Afrino. Menurutnya, yang diperjuangkan nasib 17 juta petani sawit yang ada di seluruh Indonesia.
“Disadari atau tidak 270 juta penduduk Indonesia yang memakai produk kelapa sawit sangat tergantung pada apa yang akan kita upayakan dan perjuangkan kedepan,” katanya.
Rino Afrino juga memuji sepak terjang Pakde Slamet selama ini yang telah banyak mendirikan koperasi untuk petani sawit selagus sebagai langkah untuk mensinergikan kinerja antara petani dan pemerintah.
“Apkasindo lahir di Kota Palembang, lahir di Sumsel, karenanya Apkasindo Sumsel harus mengambil tantangan mendirikan 10 pabrik kelapa sawit dari pak ketua umum tadi,” harapnya. #riz

Komentar Anda
Loading...