Selamatkan Asrama Mahasiswa Sumatera Selatan “Pondok Masudji” Yogyakarta
Palembang, BP- Mahasiswa Sumatera Selatan (Sumsel) yang sedang menempuh Pendidikan di Yogyakarta saat ini sedang berjuang untuk melawan Mafia Tanah, Pondok Mesudji yg ditempat mahasiswa selama ini sedang dalam sengketa lahan.
Menurut korodinator, Muhammad Hafiz , ada 3 tuntutan mahasiswa yang disuarakan yaitu menuntut Pemprov Sumsel untuk merebut kembali aset Pendidikan Asrama Pondok Mesudji di Yogyakarta.
Lalu menuntut Polda Sumsel menyelidiki indikasi pidana dalam sengketa pondok Mesudji dan membubarkan yayasan baru yang cacat Hukum
“Menuntut Kementerian ATR/BPN memberantas indikasi adanya mafia tanah dalam sengketa “Pondok Mesudji”,’ katanya, Selasa (2/8).
Menurutnya, mahasiswa berharap penuh dan dukungan dari Pemprov, Polda Sumsel, Kementerian ATR BPN untuk mencari fakta yang sebenarnya.
“Karena Asrama Pondok Mesudji sangat berguna bagi para mahasiswa dalam menumpuh pendidikan di Yogyakarta,” katanya.
Karena Pondok Mesudji awal mulanya merupakan aset dari Yayasan Pendidikan Batang Hari Sembilan yang berdiri sejak 1952.
“Pada tahun 2015 dikuasi oleh nafia tanah yang membuat yayasan baru dan berujung menjual asrama mahasiswa tersebut, mahasiswa tidak hanya diam untuk melaporkan tindakan mafia tanah, dan sekarang sudah masuk kasasi,” katanya.#osk/rill