
Palembang, BP- Pelaku pembunuhan sadis terhadap petugas kebersihan di Jalan Letjen Harun Sohar terancam hukuman mati.
Polisi menjerat pelaku, Dadang (37) dengan pasal 340 atau 338 KUHP karena pelaku mempersiapkan penikaman yang mengakibatkan korban tewas. Kapolsek Sukarami Kompol Dwi Satya Arian mengatakan, pelaku ditangkap saat kabur dan sembunyi di hutan kawasan Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang.
“Tim gabungan Polri dan TNI AU menemukan pelaku berkat adanya jejak darah karena kaki pelaku terluka terkena pecahan beling di lokasi kejadian,” ujarnya, Jumat (22/7).
Sementara Danpom TNI AU Lanud Sri Mulyono Palembang, Kapten Nanang menjelaskan, mendapatkan informasi pelaku pembunuhan sembunyi di kawasan hutan terlarang untuk umum, pihaknya membentuk tim bantuan.
“Dapat informasi dari teman-teman kepolisian ada pelaku pembunuhan masuk kawasan terlarang, kami membentuk tim untuk membantu pencarian,” katanya.
Tersangka Dadang mengaku menyimpan dendam selama sebulan.
Dadang mengungkapkan sudah menyiapkan senjata tajam jenis pisau dua hari sebelum bertemu dengan korban Darwis.
“Sudah lama saya mencari sampah plastik. Saya cari korban sudah satu bulan. Waktu ketemu langsung saya tusuk Pak dari arah belakang. Korban tidak melawan hingga dia masuk ke parit,” katanya.
Pelaku sangat tersinggung dan tidak terima dengan omongan korban yang melarang jangan mencari sampah plastik di lokasi kejadian lagi.
“Korban sempat ngomong jangan di sini lagi kalau mau cari sampah plastik. Nah, kebetulan ketemu samo dio sore hari itu, langsung bae aku serang dio pakai pisau,” katanya.
Diakui tersangka lagi, setiap hari memang memang dirinya mencari sampah plastik di lokasi kejadian dan di sejumlah tempat sampah di kawasan Sukarami dan Kebun Bunga.
“Kalau pisau dapat di bak sampah sudah lamo, aku asah biar tajam,” ungkap residvis kasus pembacokan bapak tiri yang dihukum selama 11 bulan di Lapas Sekayu ini.
Usai kejadian, tersangka kabur ke hutan terlarang untuk umum milik Lanud SMH Palembang dan sempat bersembunyi lalu tertidur selama beberapa jam.
“Sudah kejadian itu, aku langsung kabur ke hutan karena takut. Saya tidak tahu kalau saya dicari. Karena tidak tahan di hutan itu saya keluar dan kaki aku terluka akibat terkena pecahan beling,” katanya.#osk