Deru Klaim 2021, Aset Pemprov Sumsel Alami Peningkatan

76
Gubernur Sumsel Herman Deru dalam Rapat Paripurna ke 51 DPRD Provinsi Sumsel dengan Agenda, Sambutan Gubernur Sumsel , Penyampaian Penjelasan terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumsel TA 2021  bertempat di Ruang Serba Guna Lantai III DPRD Sumsel, Rabu (8/6) (BP/Dudy Oskandar)

Palembang, BP- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengklaim nilai aset Pemprov Sumsel  mengalami peningkatan sebesar 4,10% dari sebelumnya per 31 Desember 2021 sebesar Rp31,99 triliun menjadi Rp33,30 triliun.

 

Hal tersebut dikemukakan Gubernur Sumsel Herman Deru dalam Rapat Paripurna ke 51 DPRD Provinsi Sumsel dengan Agenda, Sambutan Gubernur Sumsel , Penyampaian Penjelasan terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Sumsel TA 2021  bertempat di Ruang Serba Guna Lantai III DPRD Sumsel, Rabu (8/6)

Rapat paripurna di pimpin Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati di dampingi Wakil Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas dan dihadiri anggota DPRD Sumsel

 

Turut hadir Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel  Ir. S.A Supriono, Kepala OPD Provinsi Sumsel dan para undangan.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Bentuk Pansus Perkebunan 

 

Sedangkan rinciannya menurut Gubernur  sebagai berikut :

 

  1. Nilai aset lancar turun sebesar 21,61% menjadi Rp206,85 miliar dari tahun sebelumnya sebesar. Rp263,88 milliar.

 

  1. Nilai investasi jangka panjang naik sebesar 2,47% menjadi Rp7,44 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp7,26 triliun.

 

3 Nilai aset tetap setelah akumulasi penyusutan naik sebesar 5,56% menjadi Rp22,56 triliun  dari tahun sebelumnya sebesar Rp21,37 triliun.

 

  1. Nilai aset lainnya setelah akumulasi amortisasi .naik sebesar 0,01% menjadi Rp.3,095 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,092 triliun .

 

Sedangkan terhadap realisasi APBD Pemerintah Provinsi Sumsel Tahun 2021 adalah realisasi pendapatan sebesar Rp961 triliun atau 88,99% dari anggaran sebesar Rp10,8 triliun yang terdiri atas:

 

  1. Pendapatan Asli Daerah (PAD), terealisasi sebesar Rp3,86 triliun atau 81,43% dari anggaran sebesar Rp4,74 triliun
Baca Juga:  Bakal Cawako Ini Buka Opsi Maju Pilkada Palembang 2024 Jalur Parpol

 

  1. Pendapatan Transfer, terealisasi sebesar Rp5,71 triliun atau 95,06% dari anggaran sebesar Rp6 triliun

 

  1. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah, terealisasi Rp33,14 miliar atau 75,05% dari anggaran sebesar Rp44,16 miliar

 

 

Dari sisi belanja, realisasi Tahun 2021 adalah sebesar Rp10,06 triliun atau 88,17% dari yang direncanakan sebesar Rp11,41 triliun terdiri atas :

 

  1. Belanja Operasi, terealisasi sebesar Rp5,36 triliun atau 92,02% dari anggaran sebesar Rp5,83 triliun

 

  1. Belanja Modal, terealisasi sebesar Rp1,83 triliun atau 83,82% dari anggaran sebesar Rp2,19 triliun .

 

  1. Belanja Tak Terduga, terealisasi sebesar Rp14,05 miliar atau 93,70% dari anggaran sebesar Rp15 miliar.

 

  1. Belanja Transfer, terealisasi sebesar Rp2,84 triliun atau 84,32% dari anggaran sebesar Rp3,37 triliun

 

 

Sedangkan untuk pembiayaan netto, terealisasi sebesar Rp529,15 miliar atau 86,86 % dari anggarannya sebesar Rp609,23 miliar .

Baca Juga:  Kantor Kejari Kota Palembang Ditetapkan Cagar Budaya

“Hasil audit BPK terhadap laporan keuangan tahun anggaran 2021, Pemprov Sumsel telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI dan telah diserahkan pada rapat Paripurna  DPRD Provinsi Sumsel, Senin 25 April 2022 lalu,” ungkapnya

Menurut HD, Pemprov Sumsel telah berupaya semaksimal mungkin meningkatkan pembangunan sesuai skala prioritas yang ditetapkan tahun 2021.

“Optimalisasi sumber-sumber pendapatan dan efisiensi belanja selalu menjadi perhatian sehingga APBD dapat digunakan seefektif dan seefisien mungkin dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sedangkan Ketua DPRD Sumsel HJ RA Anita Noeringhati mengatakan, rapat paripurna di skor Senin 13 Juni dengan agenda tanggapan, pandangan Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel.#osk

 

 

 

Komentar Anda
Loading...