Buku Perjalanan Intelijen Santri Karya , KH As’ad Said Ali di Bedah 

157
Bedah buku Perjalanan Intelijen Santri “Transformasi Budaya Santri dalam Pencegahan Radikalisme” karya , KH As’ad Said Ali di gelar di aula kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Besar Palembang, Rabu (30/3).(BP/IST)

Palembang, BP- Bedah buku Perjalanan Intelijen Santri “Transformasi Budaya Santri dalam Pencegahan Radikalisme” karya , KH As’ad Said Ali di gelar di aula kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Besar Palembang, Rabu (30/3).

Penulis Buku Perjalanan Intelijen Santri, KH As’ad Said Ali mengatakan.  intelejen santri itu tugasnya hanya mengumpulkan informasi bukan untuk membicarakan perkara yang di luar dari target yang dituju. Terlebih membicarakan orang lain yang dapat menimbulkan kegaduhan antara satu pihak dengan pihak lainnya. Menurutnya informasi intelegen santri itu letaknya hanya dalam Alquran.

Baca Juga:  Pembawa 12 Kilogram Ganja ‘Kabur’ Saat Razia

“Intelijen santri juga harus bisa memikirkan masa yang akan datang untuk lebih baik lagi,” kata KH As’ad Said Ali.

Dikatakannya, di dalam Pancasila terdapat poin yang mengandung makna agama menerima negara begitupun sebaliknya negara menerima agama. Artinya, kedua hal tersebut saling berhubungan. Namun, banyak kalangan yang seakan alergi dengan aturan dan syariat Islam karena menurutnya mereka aturan islam tersebut bertentangan dengan kebebasan pilihan.

Baca Juga:  Berurai Air Mata, Ketua DPRD Sumsel  Sampaikan Salam Perpisahan 

Menurutnya di sinilah peran santri untuk dapat menyatukan perbedaan dan mencegah dari radikalisme.

“Peran santri ya di sini, dan informasinya kembali pada Alquran,” katanya.

Kepala Bidang Keagamaan FKPT Sumsel, M Yamin menambahkan, salah satu kesuksesan untuk menyatukan dan menyelesaikan permasalahan dengan cara kearifan lokal. Karena jika masalah diselesaikan dengan cara kearifan lokal maka hal tersebut dapat mudah terpecahkan.

Baca Juga:  November, Bus Siswa Filial Siap

“Salah satu cara menyelesaikan permasalahan yaitu dengan menggunakan kearifan lokal,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...