Pupuk Non Subsidi di Banyuasin “Ganti Harga”

Palembang, BP- Petani-petani di Kabupaten Banyuasin mengeluhkan harga pupuk non subsidi yang tinggi dari Rp260 ribu persak kini menjadi Rp500 ribu persak.DPRD Sumsel berjanji akan melakukan hearing dengan PT Pusri.
Menurut Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) M.F Ridho terkait pupuk non subsidi ini kendalanya yang menurut bahasa petani Banyuasin menurutnya bukan naik harga tapi “Ganti Harga”.
“ Selama ini pupuk yang mereka beli perkarung lebih kurang Rp260 ribu sekarang sudah Rp500 ribuan perkarung, jadi bukan naik harga lagi bahasa mereka “Berganti Harga”, ini kemarin tampung dalam reses keluhan petani yang merupakan bagian aspirasi ,” kata politisi Partai Demokrat ini sembari mengatakan hal tersebut merupakan hasil reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) daerah pemilihan (Dapil) X kabupaten Banyuasin beberapa hari lalu, Minggu (12/12).
Atas keluhan Banyuasin tersebut pihaknya tampung karena ini merupakan bagian dari aspirasi dan anak menindaklanjutinya kepada pihak terkait.
“ Kami akan mengatur waktu untuk berkoordinasi , kebetulan masalah pupuk ini pabriknya (PT Pusri) ada di Sumsel, tentunya kita akan hearing , apakah memang seperti itu kebijakannya sehingga berganti harga itu sudah menjadi kebijakan , saya kira ini belum tentu, apakah kebijakan dari pabrik atau kebijakan dari pasar, mengingat kalau naik harga mungkin dimaklumi tapi tentu naik harga itu hanya beberapa persen, kalau ini sudah bukan naik harga istilah masyarakat tapi berhanti harga , kita tahu harga dari Rp260 ribu persaknya menjadi Rp500 ribu,” katanya.
Pihaknya merasakan perihnya petani yang ingin mendapatkan pupuk untuk bertahan hidup dan hal ini menjadi persoalan yang mereka rasakan saat ini.
“ Kita ingin kita dapat memberikan solusi bagi mereka sehingga mereka dapat menikmati harga pupuk itu sesuai dengan selama ini mereka ketahui, “ katanya.#osk