
Palembang, BP- Terpilihnya Cik Ujang resmi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2021-2026, pasca Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat Sumsel, di The Exelton Palembang, Selasa (30/11), di tanggapi pengamat politik Sumsel Bagindo Togar BB.
“Mencermati terpilihnya saudara Cik Ujang sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel. Saya pesimis akan lebih baik dari pemimpin sebelumnya, apalagi bila mengacu dari karir politik, levelitas kader, komitmen organisatoris maupun pengalaman. Bahkan dalam membuat jaringan strategis dengan kekuatan dan partai politik lain,” kata , Bagindo Togar, Minggu (12/12).
Untuk mengukur berhasil tidaknya pimpinan parpol dalam menahkodai partainya, bisa dilihat dari capaian hasil pilkada, Pemilihan legislatif serta pemilu tahun 2024 mendatang. Apalagi, lanjut Bagindo, sejak pemilu 2009, 2014 dan 2019, jumlah kursi DPRD Sumsel dari Partai Demokrat terus mengalami penurunan.
“Pemilu tahun 2009 PD menghasilkan 13 kursi, turun 11 kursi dithaun 2014 dan pada pemilu 2019 lalu jumlahnya kembali tergerus menjadi 9. Begitu juga hasil Pilkadanya juga mengalami penurunan. Nah untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat, dibutuhkan orang orang yang benar benar kuat disemua lini,” katanya.
Dengan kondisi yang demikian maka muncul pertanyaan apa alasan besar, sehingga seluruh pengurus Demokrat memilih Cik Ujang. “Karena kalau saya menilainya modal sosial dan politiknya belum standar, karena beliau masih baru di dunia perpolitikan maupun pemerintahan.
Sementara dalam partai politik itu dibutuhkan sosok politisi yang memiliki daya experience dan skill politik teruji, kwalitas dan juga legalitas intelektual qualified,” katanya.
Meskipun demikian, lanjut Bagindo masih ada langkah yang bisa dilakukan Cik Ujang untuk mengangkat performa Partai Demokrat kedepan, terutama dalam waktu yang tinggal beberapa tahun ini.
Langkahnya adalah membangun tim atau kepengurusan yang solid dan militan yang punya pengalaman dan loyalitas yang memiliki tim work dan network, memaksimalkan kemampuan berkolaborasi antar elit dan cakap berkomunikasi cakap dalam berkomunikasi politik terhadap publik, simpatisan, kader maupun fungsionaris partai sampai ke lapisan terbawah sekalipun.
“Intinya kedepan, beliau harus menerapkan prinsip tim work juga kolaborasi dalam mengelola manajemen organisasi partai. Bila tidak, wajar kejayaan atau kebangkitan Partai Demokrat Sumsel sulit diperoleh kembali seperti diperiode periode sebelumnya,” katanya.#osk