Piala AFF: Kapten Thailand Pakai Ban Kapten Pelangi, Simbol Komunitas LGBT

1,151
Pelatih Thailand, Polking tampak memasangkan ban kapten pelangi kepada Teerasil Dangda, sebelum laga Thailand vs Timor Leste, Minggu (5/12). (BP/IST)

Singapura, BP—Ada yang menarik saat laga perdana Piala AFF 2020 antara Thailand versus Timor Leste yang di gelar di Singapore National Stadium, Minggu (5/12). Kapten Timnas Thailand, Teerasil Dangda tampak menggunakan ban kapten berwarna pelangi.

Diketahui warna tersebut merupakan simbol bentuk dukungan dari insan sepak bola untuk komunitas LGBT+.

Bentuk dukungan berupa rainbow laces tersebut jamak dilakukan di berbagai liga besar Eropa, termasuk Liga Inggris sepanjang pekan lalu.

Baca Juga:  Presiden AFF Sedih, Timnas Indonesia Mundur dari Piala AFF U-23

Ban kapten “rainbow flag” yang melingkar di lengan Teerasil. Ban tersebut langsung diberikan sang pelatih, Polking saat di ruang ganti sebelum masuk lapangan.

Penggunaan simbol LGBT sangat umum di Eropa seperti Liga Premier, La Liga, Bundesliga, Liga Champions, atau Euro. Tapi, untuk kompetisi di Asia, termasuk ASEAN, penggunaan bendera pelangi sangat jarang. Pasalnya, di negara seperti Indonesia, Malaysia, atau Brunei Darussalam, itu merupakan hal yang sensitif.

Baca Juga:  Jordi Amat dan Elkan Baggott di Lini Pertahanan Timnas Indonesia pada Piala AFF 2020

Sebelumnya, pada Juni 2021, Uni Sepak Bola Eropa atau UEFA telah memeriksa penjaga gawang tim nasional (timnas) Jerman, Manuel Neuer, karena ban kapten pelangi saat pertandingan Grup F EURO 2020.
Pejaga gawang yang membela klub FC Bayern itu diketahui menggunakan ban kapten pelangi saat melawan Portugal di Allianz Arena, Munchen, Sabtu (19/6/21). Padahal saat itu ban kapten yang secara resmi telah disediakan oleh UEFA.

Baca Juga:  Uang Kerohiman Warga 8 Ulu Lihat Aspek Hukum

UEFA menduga ban kapten itu mengandung pesan politik terkait simbol kelompok LGBTQ+ (lesbian, gay, biseksual, transgender, queer, dan lainnya).

Namun pemeriksaan tidak berlangsung lama, sebab Neuer dinilai mempunyai alasan yang baik untuk mengenakan ban kapten pelangi tersebut. Ban kapten tersebut dinilai UEFA sebagai simbol tim untuk keragaman. #rid/net

Komentar Anda
Loading...