KPU Sumsel Bersiap Hadapi Pilkada 2024

31
Amrah Muslimin (BP/IST)

Palembang, BP—Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya mengalihkan bantuan hibah untuk  KPU Sumatera Selatan (Sumsel)  Rp7.000.000.000,00 dalam APBD Sumsel induk 2022 mendatang.

Menurut Ketua KPU Sumsel Amrah Muslimin,  anggaran hibah tersebut akan dipergunakan untuk anggaran persiapan  pilkada Sumsel 2024.

“Kegiatan tahun kemarin itu dialihkan ke 2022 seperti sekolah demokrasi , penguatan SDM, sosialisasi, termasuk persiapan pilkada 2024, apalagi 2022 ini sudah masuk tahapan Pilkada 2024,” katanya.

Dia mencontohkan masalah penguatan SDM di 2022 ini sangat pas dalam menghadapi  pilkada tahun 2024 mendatang.

“ Karena kami bisa keliling  kabupaten kota,” katanya.

Dengan besaran hibah KPU Sumsel yang telah disetujui Komisi I DPRD Sumsel, menurutnya KPU Sumsel menerimanya dan tinggal menyesuaikan dengan program yang ada.

“ Nanti tahun 2022 kita usulkan anggaran lagi untuk KPU Sumsel  untuk anggaran pilkada juga,” katanya.

Sebelumnya Pemprov Sumsel  akhirnya mengalihkan bantuan hibah untuk  KPU Sumsel Rp7.000.000.000,00, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Rp1.000.000.000,00, Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Rp60.000.000,00; ICD Sumsel Rp100.000.000,00, Ikatan Mahasiswa Ogan Komering Ilir (IMOKI) Rp150.000.000,00; dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Rp1.882.800.000,00 tidak di anggarkan di APBD Perubahan (P) Tahun Anggaran (TA) 2021 tapi dianggarkan dalam APBD induk 2022.

Baca Juga:  Sistem Parkir Tak Dongkrak PAD

“Sudah ada jawaban Gubernur kemarin  KPU dan yang lainnya dialihkan  di APBD Induk 2022 , itu sudah jelas,” kata Ketua Komisi I DPRD Sumsel Antoni Yuzar, Rabu (29/9).Sedangkan untuk hibah Partai Politik (Parpol) menurutnya sudah terrealisasi.

“Kalau parpol vrifikasinya di Kesbangpol,” katanya, Rabu (29/9).

Politisi PKB ini mencontohkan hibah KPU Sumsel yang setelah pembahasan di Komisi I DPRD ternyata ada hal-hal yang belum lengkap.

“Hibah KPU Sumsel sebenarnya tahun ini sudah dianggarkan tapi belum terealisasi,” katanya.

Sementara itu, data yang diperoleh, untuk tahun anggaran 2021, Pemprov Sumsel menganggarkan belanja hibah sebesar Rp1.725.188.782.050,00 dengan realisasi saat ini Rp1.143.446.031.150,00 atau sekitar 66 persen.

Ada tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang belum merealisasikan belanja hibah, yakni Badan Kesbangpol, Dinas Sosial dan Biro Humas dan Protokol.

Baca Juga:  DPRD Palembang Berikan Penghargaan Satres Narkoba Polrestabes

Rincian anggaran belanja hibah Badan Kesbangpol dengan Pagu sebesar Rp15.155.841.600,00 itu terdiri dari : (a) KPU Sumsel Rp7.000.000.000,00; (b) Parpol yang mendapat kursi di DPRD Sumsel Rp4.963.041.600,00; (c) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Rp1.000.000.000,00; (d) Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Rp60.000.000,00; (e) ICD Sumsel Rp100.000.000,00; (f) Ikatan Mahasiswa Ogan Komering Ilir (IMOKI) Rp150.000.000,00; dan (g) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Rp1.882.800.000,00.

Sementara rincian anggaran belanja hibah Dinas Sosial dengan Pagu sebesar Rp2.103.000.000,00 terdiri dari : (a) Karang Taruna Rp 2.000.000.000,00 dan (b) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Rp 103.000.000,00. Sedangkan rincian anggaran belanja hibah Biro Humas dan Protokol dengan Pagu sebesar Rp350.000.000,00 diperuntukkan bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Enam SKPD lain yang sebagian besar sudah merealisasikan belanja hibah yakni :

(1) Dinas Pendidikan sebesar Rp1.522.019.919.000,00 dengan rincian : (a) Program Sekolah Gratis  Rp101.970.000.000,00; (b) Program Peningkatan Kualifikasi Guru Rp3.291.909.000,00; (c) Program Kuliah Gratis  Rp3.980.000.000,00; dan (d) Dana Bos Rp1.412.777.950.000,00.

Baca Juga:  Kisruh Parpol Di Sumsel Tak Buat KPU Sumsel Mundur

(2) Dinas Kesehatan sebesar Rp5.654.872.000,00 dengan rincian : (a) Palang Merah Indonesia (PMI) yang diketuai Febrita Lustia Herman Deru sebesar Rp4.854.872.000,00; dan (b) Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Sumsel yang diketuai Fauziah Mawardi Yahya sebesar Rp800.000.000,00.

(3) Biro Kesejahteraan Rakyat sebesar Rp29.603.655.000,00 dengan rincian : (a) Hibah Organisasi Keagamaan sebesar Rp26.603.655.000,00 dan (b) BKPRMI sebesar Rp3.000.000.000,00.

(4) Dinas Pemuda dan Olahraga sebesar Rp22.549.252.950,00 dengan rincian : (a) KONI Sumsel sebesar Rp12.500.000.000,00; (b) NPCI sebesar Rp4.500.000.000,00; (c) Pramuka sebesar Rp5.349.252.950,00; dan (d) FKPPI sebesar Rp200.000.000,00.

(5) Dinas Komunikasi dan Informatika sebesar Rp2.025.530.000,00 yang diperuntukkan bagi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID).

(6) Biro Pemerintahan sebesar Rp125.726.711.500,00 dengan rincian : (a)  Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel sebesar Rp78.312.000.000,00; (b) Puslatpur sebesar Rp7.000.000.000,00; (c) Korem sebesar Rp9.702.883.000,00; dan (d) Kodam II Sriwijaya sebesar Rp30.711.828.500,00 . #osk

Komentar Anda
Loading...