SMB IV: Perlunya Upgrading Pramuwisata di Palembang

121
SMB IV saat menjadi narasumber dalam Webinar Peninggalan Kesultanan Palembang Bagian Destinasi Pariwisata Halal Indonesia 2021, Sabtu (27/11) yang di gelar  Indonesia Tour Leader Moslem Association ( ITMA).(BP/IST)

Palembang, BP—Pramuwisata  atau pemandu wisata dituntut memiliki pengetahuan sejarah mengenai objek wisata yang di kunjungi. Karena itu seorang pramuwisata harus memiliki pengetahuan dan pemahaman budaya dan sejarah lokal.

Karena itu dibutuhkan Upgrading  bagi para pramuwisata terkait dengan pengetahuan sejarah Sumsel dan Palembang terkhusus sejarah Kesultanan Palembang Darussalam.

Namun Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja SH Mkn melihat pramuwisata di kota Palembang dan Sumsel masih ada yang bingung menjelaskan sejarah  Kesultanan Palembang Darussalam.

Baca Juga:  SMB IV Berharap Lomba MTQ dan Azan di FPD XIX Ciptakan Anak Muda Berahlak Mulia

“Para pramuwisata ini perlu upgrading, mungkin mereka harusnya  mereka ada semacam pelatihan  mengenai sejarah tempat-tempat bersejarah  sehingga ketika mereka berbicara itu mereka bisa menjelaskan dan bisa berbicara mengenai objek yang sedang  mereka jelaskan,“ katanya saat menjadi narasumber dalam Webinar Peninggalan Kesultanan Palembang Bagian Destinasi Pariwisata Halal Indonesia 2021, Sabtu (27/11) yang di gelar  Indonesia Tour Leader Moslem Association ( ITMA).

Webinar tersebut di buka oleh Sekjen ITMA, H Iwan Giwangkara MM dan  Ketua DPD ITMA Sumsel Ari Aprizal .

Baca Juga:  SMB IV Ajak Anak Muda Majukan Budaya Melalui Media Digital

Juga hadir  menjadi nara sumber Ketua Inbound Tour DPD Asita Sumsel, Muhammad Erfandi SE MM, Ketua DPD HPI Sumsel Kemas Abdul Latif dengan moderator Bilal Tribudi

Dia melihat masih ada pramuwisata yang  hanya sekadar  mengantarkan tamunya ke objek wisata karena pramuwisata tidak mengetahui atau kurang memahami narasi sejarah objek wisata tersebut, sehingga objek wisata tersebut menjadi kurang menarik bagi wisatawan.

“Padahal tempat-tempat tersebut banyak menariknya terutama sisi sejarahnya, jadi kedepan perlu upgrading pramuwisata  penting supaya mereka lebih paham ketika mereka bercerita sejarah,” katanya.

Baca Juga:  Diguyur Hujan Ribuan Masyarakat Palembang Antusias Ikuti  Ziarah Kubra

Sedangkan Ketua Inbound DPD Asita Sumsel,  Muhammad Erfandi, SE, MM  mengatakan, diperlukan pengembangan produk wisata halal Palembang disamping wisata umum yang telah ada untuk pengembangan dan peningkatan wisatawan domestik dan mancanegara .

Selain itu dia melihat adanya potensi wisatawan muslim yang besar yang selama ini belum digarap secara optimal di kota Palembang

“Adanya trend dibeberapa daerah dan negara tetangga bahkan dunia yang telah menggarap wisata halal secara serius,” katanya. #osk

Komentar Anda
Loading...