Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

246
Berpoto bersama usai Talk Show dan Sastra Tutur dengan judul Seguntang Ulu Melayu di halaman Bukit Seguntang, Selasa (23/11) dengan  moderator Yanti Mochtar (BP/IST)

Palembang, BP—Budayawan Sumatera  Selatan (Sumsel), Vebri Al Lintani melihat  Bukit Seguntang di catat dalam sejarah Sriwijaya, Kesultanan Palembang dan sejarah Melayu hingga masa kolonial hingga masa kini.

“Secara spiritual orang menganggap Bukit Siguntang adalah Bukit Suci, Bukit Keramat,” katanya. Dalam acara  Talk Show dan Sastra Tutur dengan judul Seguntang Ulu Melayu di halaman Bukit Seguntang, Selasa (23/11) dengan  moderator Yanti Mochtar.

Hingga saat ini menurut Vebri, Bukit Seguntang masih menjadi dataran tertinggi di Kota Palembang dengan luas lahan yang masih terpelihara sekitar 17 hektar. Sehingga wajar menurutnya kalau Bukit Seguntang adalah Ulu Melayu.

Baca Juga:  Kepahlawanan Pangeran Sido ing Rejek Perlu Diangkat Kepermukaan

Sedangkan sejarawan Sumsel Kemas Ari Panji menegaskan kalau Bukit Seguntang adalah bukit bersejarah, punya nilai sejarah, punya nilai yang baik  dan menjadi ikon serta tag line Seguntang Ulu Melayu.

“Kalau ada pihak-pihak yang tidak setuju silahkan saja , kita tinggal beradu argumentasi saja,” katanya.

Sedangkan Ketua Umum Assosiasi Sales Travel Indonesia (ASATI) M. Syukri Machmud melihat permasalahan paling crowded Usaha Kecil dan Menengah (UMKM)  adalah distribusi.

Baca Juga:  Berkibarnya Bendera Rod, Wit, En Blau Di Bastion Kuto Besak

“Dia mampu membuat produk, dia juga mampu memproduksi  tapi  menghadirkan kegiatan ini, tapi apakah kita bisa mendistribusikan kegiatan ini diluar, apakah kegiatan ini bisa kita tampilkan diluar, kita juga ingin harum di luar, jangan kita harum disini saja, ketika ini berada di luar orang bertanya, siapa itu, Palembang, hebat Palembang ya,” katanya.

Baca Juga:  Kisah Syekh Haji Zen, Ulama Sufi Yang Syahid Di Perang Palembang 1819

Dia menegaskan kemampuan mendistribusikan ini yang paling penting.

“Ini satu stetmen saya untuk  closing karena ini  penting untuk kedepan  kalau kita bikin sesuatu , pertama pikirkan hari ini yang kita lakukan  sampai 20 tahun lagi ini masih up to date tidak out of date,” katanya.Selain itu pasar ( Market) pariwisata Sumsel  bukan di dalam tapi juga diluar.#osk

Komentar Anda
Loading...