Revitalisasi Rumah Susun 26 Ilir Palembang Perlu Kerja Sama Kemitraan

366
Kepala Dinas Perumahaan dan Kawasan Permukiman Sumatera Selatan (Sumsel), Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc. (BP/Ric)

Palembang, BP – Bukan jadi rahasia umum lagi bahwa kondisi rumah susun di kawasan Kelurahan 26 Ilir dan sekitarnya sudah sangat memprihatinkan.

Tidak hanya kondisi bangunan yang sudah nampak tidak layak huni, namun juga kawasan yang terlihat sangat kotor dan kumuh menjadi pemandangan pusat Kota Palembang yang menyedihkan.

Kepala Dinas Perumahaan dan Kawasan Permukiman Sumatera Selatan (Sumsel), Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc mengungkapkan bahwa pihaknya bertemu dan membicarakan persoalan rumah susun ke Dirjen Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR.

“Rumah susun itukan punya Perumnas dan mas konsensinya kan sudah habis karena dibangun tahun 1994. Nah, memang yang terbaik itu rumah susun dibangun Mixuse, dibawah itu bisa menjadi sentral bisnis kemudian diatasnya apartement, sehingga penataan kawasan itu semakin rapi apalagi didukung dengan sungai sekanak Lambidaro yang sedang direvitalisasi.” ujar Basyaruddin kepada Berita Pagi, Senin (4/10).

Baca Juga:  Festival Jazz Internasional Suara Musi 2024 di BKB Meriah

Basyaruddin juga mengatakan akan mencoba memfasilitasi Pemerintah Kota Musi Rawas, Lubuk Linggau, dan Palembang dengan pihak Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perumnas) terkait daerah Housing Que untuk mengetahui demand karena Perumnas sekarang itu harus menghitung-hitung sedetail mungkin terkait pembangunan apartement disana.

“Hasil dari itu nanti baru akan dilakukan rapat antara Perumnas, Pemkot, Pemprov dan juga Dirjen Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR untuk membahas terkait demand dari rumah susun itu sendiri, kan kalo sudah dirubah siapa yang mau membelinya itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Mengungkap Sejarah Pitis: Koin  Kesultanan  Palembang  Darussalam yang Tercatat dalam Naskah Kuno

Sementara itu, Basyaruddin mengatakan untuk orang-orang yang sekarang menetap di rumah susun tersebut kemungkinan dibuatkan satu rusun dan  mereka dipindahkan kesana.

“Nah yang lain dibuat apartement siapa yang mau membelinya. Karena itukan ditengah Kota pasti mahal dan terjangkau tapi membuat kawasan menjadi lebih baik,” sambungnya.

Basyaruddin menuturkan sekarang siapa yang akan mau membelinya itu lagi disurvei dalam 5 bulan ini, Perumanas pasti akan mengandeng BUMN atau pihak swasta lainnya untuk melakukan revitalisasi di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Cegah Pengoplosan LPG, Gubernur Herman Deru Lakukan Inspeksi Langsung ke PT Pirantinusa Energi Persada

“Ini bisnis to bisnis, yang dicari sekarang demandnya ada tidak, nanti kalo dibangun sudah jadi tidak ada demand kan tidak balik modalnya itu informasi dari Kementerian PUPR, saya sudah sounding sounding ke Pak Heri TZ dalam hal ini Dirjen Pembangunan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR, dan dalam waktu dekat akan dilakukan tahap-tahap tertentu,” tandasnya. #ric

Komentar Anda
Loading...