Hibah Untuk Puslatpur TNI AD di Martapura Terealisasi Hanya Rp 7 Miliar

Palembang, BP- Tahun 2020 Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD di Martapura, Batu Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengajukan hibah kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) sebesar Rp20 Miliar.
Namun terjadi mis komunikasi karena entah kenapa hanya terealisasi hanya Rp7 Miliar sehingga realisasinya ditunda di tahun ini namun akan direalisasikan di tahun depan.
“ Ada mis komunikasi disitu sehingga belum terealisasi, jadi Rp7 miliar itu tapi anggarannya dialihkan tapi tahun depan janji sekda dan hasil keputusan Komisi I agar Pemerintah Provinsi menganggarkan lagi, karena Puslatpur itu kebanggan bagi kita juga, tapi nantinya anggarannya itu berdasarkan perhitungan-perhitungan kebutuhan pokok merekalah kita bantu, karena tempat lain juga dibantu,” kata Ketua Komisi I DPRD Sumsel Antoni Yuzar, Minggu (3/10).
Selain itu termasuk tehnis menurut politisi PKB ini tergantung komunikasi pihak Puslatpur dengan Biro Pemberintahan Pemprov Sumsel.
Sedangkan untuk hibah Kodam II Sriwijaya menurutnya sudah terealisasi semuanya Rp40 Miliar.
“ Tapi soal hibah kemarin bukan di komisi I waktu itu masih di komisi III, Komisi I baru tahun ini membahas hibah, kami ini melanjutkan saja, dulu hibah di Komisi III semua tapi sekarang dimasing-masing OPD,” katanya.
Prinsipnya menurut Antoni, hibah harus ada kemampuan Pemprov Sumsel lalu di utamakan untuk kebutuhan daerah dulu.
“ Jika semuanya cukup, boleh kita bantu hibah kepada pihak ketiga lainnya misalnya pemerintah pusat yang ada di wilayah Sumatera Selatan boleh dianggarkan tapi yang punya kita cukup dulu dan itu memang harus di bantu, saat kita melakukan kunjungan ke Puslatpur TNI AD di Martapura kemarin wajib diberikan bantuan hibah namun karena kendala komunikasi , mungkin kurang nyambung juga ditunda tahun ini , tahun berikutnya Insya Allah,” kata pria yang berlatar belakang pengacara ini.
Apalagi menurut Antoni fasilitas penunjang di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) saat ini sangat tidak layak.
“ Komisi I sempat melakukan kunjungan ke Puslatpur TNI AD di Martapura beberapa waktu lalu, memang kemarin tidak layak disana, jadi waktu kita lihat fasilitas yang ada disana kurang memumpunilah apalagi pimpinan disana adalah seorang jenderal kalau dulu Letkol,” kata mantan anggota DPRD Palembang ini.
Saat kunjungan, Antoni mengaku mereka di terima di tempat yang biasa saja di Puslatpur TNI AD di Martapura.
“ Padahal Puslatpur TNI AD di Martapura adalah tempat latihan perang terbesar di Asia, tiga kabupaten itu , “ katanya.
Atas dasar itu pihak Puslatpur TNI AD di Martapura mengajukan hibah ke Pemprov Sumsel .
“ Terakhir kalau tidak salah mereka (Puslatpur TNI AD di Martapura) mengajukan Rp20 miliar tadinya lebih dari itu untuk membangun fasilitas seperti rumah komandannya tidak layak lagi , dan untuk membangun fasilitas yang penting-pentinglah disana,” katanya.#osk