Pujakesuma Sumsel Dukung BKB Jadi Warisan Budaya Kesultanan Palembang Darussalam

63

Hernoe Roesprijadji   bersama  Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn, Sabtu (28/8).

Palembang, BP- Desakan dari masyarakat Palembang agar  Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang dibuka untuk umum sebagai destinasi wisata ataupun menjadi tempat pusat pembelajaran sejarah kebesaran Kesultanan Palembang Darussalam, mendapat dukungan Hernoe Roesprijadji  yang merupakan tokoh masyarakat Sumsel yang juga merupakan  Ketua Harian Pujakesuma Sumatera Selatan  (Sumsel) .

Dia menilai kebudayaan Kesultanan Palembang Darussalam sangat penting untuk dilestarikan serta diajarkan kepada generasi penerus, apa lagi menurut nya telah didapati banyak bukti otentik fisik bangunan yang ada dikota Palembang .

Baca Juga:  454 Personil Sat Brimob Polda Sumsel Selesai BKO Di Polda Papua

” Kebudayaan Kesultanan Palembang ini sangat penting untuk dilestarikan serta diajarkan kepada generasi penerus, tidak hanya kebudayaan yang diwariskan tapi juga ada bukti otentik berupa bangunan fisik”, katanya, Sabtu (28/8).

Dari pengamatan Hernoe yang dikenal dekat dengan sesepuh serta kaum adat Palembang ini, di Sumsel secara umum serta khusus nya Palembang cukup banyak bertebar warisan asli yang tidak boleh dibiarkan.

Lebih jauh Hernoe menguraikan ada 3 bangunan fisik yang merupakan warisan asli dari Kesultanan Palembang Darussalam dan bukan peninggalan penjajahan kolonial Belanda ataupun Jepang di Palembang yang pertama Masjid Agung, Kawah Tengkurep dan terakhir adalah Benteng Kuto Besak.

Baca Juga:  Jenasah Indah Tiba Di Bandara SMB II

“ Dilihat dari fakta sejarah ada 3 bangunan yang merupakan asli peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam dan bukan hasil dari penjajahan kolonial Belanda ataupun Jepang di Palembang, yang pertama Masjid Agung, Kawah Tengkurep dan yang terakhir Benteng Kuto Besak (BKB)“, katanya.

Hernoe juga menyampaikan sedikit kegundahannya atas salah satu aset peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam yakni Benteng Kuto Besak.

” Cukup sangat disayangkan bahwa masih ada satu aset peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam yang masih belum bisa dinikmati masyarakat dan tertutup akses, padahal BKB merupakan aset terpenting dalam sejarah kota Palembang”, katanya.

Baca Juga:  Di Pimpin Sultan Palembang, Zuriat Kesultanan dan Masyarakat Gelar Pertemuan Dengan Pangdam II Sriwijaya, Terkait Protes Pembangunan Gedung Tujuh Lantai Rs dr Ak Gani, Ini Hasilnya

Hernoe juga menyampaikan dukungannya untuk mengembalikan BKB agar bisa dibuka untuk umum dan dijadikan sebagai pusat pembelajaran  dan destinasi wisata sejarah segera terealisasi.

” Pujasuma tentu saja sangat mendukung wacana mengembalikan BKB bisa dibuka untuk umum serta dijadikan sebagai pusat pembelajaran dan destinasi wisata sejarah segera terealisasi” katanya.#osk

 

Komentar Anda
Loading...