Angka Kematian Covid-19 di Sumsel Masih Tinggi

34
Ilustrasi (BP/Ist)

Palembang, BP–Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy mengatakan, secara berangsur-anggsur keterisian rumah sakit mulai berkurang beriringan dengan kasus konfirmasi positif Covid-19 menurun.

Diketahui per Juli sampai awal Agustus rata-rata per hari konfirmasi positif Covid-19 kumulatif dari 17 kabupaten/kota bisa mencapai 1.000 – 1.800 kasus per hari.

Lalu ia menambahkan pada Selasa (17/08), pihaknya mencatat sudah melandai hanya sebanyak 237 kasus.

“Jadi jumlah kasus ini (penurunan) mempengaruhi keterisian rumah sakit semakin membaik kondisi nya saat ini,” katanya, Rabu (18/08).

Baca Juga:  Stok Beras Jelang Ramadhan Aman

Lesty menuturkan bahwa angka keterisian tersebut didapat dari 33 rumah sakit yang tersebar di Sumsel yang menyediakan fasilitas ruang ICU dan Isolasi untuk pasien Covid-19.

“Total 44 persen atau 1.276 ruang yang terpakai dari 2.933 yang tersedia,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi penyebaran Covid-19 di Sumsel terus membaik ditandai dengan kasus sembuh juga bertambah cukup signifikan yakni 497 kasus dengan total menjadi 44.568.

Baca Juga:  PDLH 10 Walhi SumSel Tetapkan Yuliusman Sebagai Direktur

Selain itu, jumlah kasus sembuh meningkat jika dibandingkan dengan dua pekan terakhir pasien sembuh dari Covid-19 rata-rata hanya 40-180 orang.

Lesty juga mengatakan saat ini ada peningkatan jumlah pemeriksaan sampel PCR yang dilakukan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) yakni dari 1.000 sampel jadi 3.000 sampel.

“Pemeriksaan sampel berlangsung cepat dan tidak ada pengendapan angka pun menyusut,” katanya.

Namun ia menambahkan yang perlu diseriusi dalam penanggulangan Covid-19 saat ini ialah menekan angka kasus kematian.

Baca Juga:  Belajar Online Anak-Anak Perlu Pendampingan Orang Tua

Lantaran, kematian akibat Covid-19 bertambah 25 orang sehingga total mencapai 2.603 orang. Ikhwal kematian ini, menurutnya, mayoritas disebabkan oleh penyakit bawaan atau komorbid misalnya penyakit jantung, paru-paru, diabetes melitus atau semacamnya sehingga penanganan akan semakin sulit.

“Jadi meskipun melandai, prokes tetap dijalankan bila sudah terpapar akan semakin beresiko terhadap orang tersebut,” ujarnya. #ric

Komentar Anda
Loading...