Mengenang Kembali Sang Pejuang Lima Hari Lima Malam, Ar Amantjik Rozak

Palembang, BP–Salah satu pejuang 1945, pejuang era sebelum kemerdekaan sekaligus juga pejuang pertempuran 5 hari 5 malam yang terjadi dari tanggal 1 Januari 1947 hingga 5 Januari 1947.
Almarhum AR Amantjik Rozak, beliau merupakan salah satu Dislokasi Kesatuan / Laskar Sabililah/Panglima Andalas Selatan yang dijuluki Pak Sabil dan Kepala Staf Divisi 17 Agustus.
AR Amantjik Rozak sendiri dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang pada tahun 1976.
AR Amantjik Rozak selama hidupnya memiliki anak yaitu (Almah) Hj Nuraini Cosim, (Almah) Nurnely , (Almah) Maria , Hj Anna Kumari, Dr.H.Anwar Fuady ,SH,MH dan Ir Hurriyah Iriany M.M
Menurut cucu AR Amantjik Rozak, Mirza Indah Dewi mengatakan, Indonesia memang telah merdeka…tapi perkembangan setelah itu.. Rakyat Indonesia belum bisa berlega hati…karena sejak semula pertama menjejakkankan kakinya kembali ke bumi Indonesia dengan membonceng sekutu pada tahun 1945.
Belanda tidak rela mengakui Kemerdekaan Indonesia…Pihak militer Belanda dengan Kekerasan senjata terus melancarkan aksi nya ..Rakyat Indonesia harus mempertahankan kemerdekaan.
“Begitu juga Kota Palembang ..dengan sejarah perang lima hari lima malamnya ( 1 – 5 Januari 1947) para Pejuang Kota Palembang Berjuang dan Berkorban,”katanya, Selasa (17/8).#osk