Presiden Jokowi Turunkan Harga PCR hingga Rp450 Ribu, Pakar Sebut Padahal Bisa Ditekan Menjadi Rp150 Ribu
Palembang, BP–Harga tes PCR akhir-akhir mendadak viral karena jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan India.
Pemerintah India menetapkan untuk memutuskan penurunan biaya tes PCR menjadi Rp96.000. sedangkan di Indonesia, harga tes PCR termurah senilai sekira Rp700.000-Rp900.000.
Hal tersebut kemudian menuai kontroversi publik. Sehingga membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera bergerak untuk menurunkan harga tes PCR.
Jokowi menurunkan harga tes PCR dengan biaya termurah di angka Rp450.000 dan paling mahal Rp550.000.
Namun, penurunan harga tersebut masih dianggap terlalu mahal mengingat di India bahkan tidak mencapai Rp100.000.
Menanggapi hal tersebut, Pakar dari Universitas Indonesia, dokter Pandu Riono mengunggah bukti terkait harga alat tes PCR yang terdapat pada eCatalogue dari LKPP.
Ia menanggapi kebijakan baru Jokowi tentang harga tes PCR dengan mengunggah eCatalogue tentang banderol alat tes untuk PCR.
Hal itu disampaikan dokter Pandu Riono melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @drpriono1 pada, Minggu (15/08).
“Tes PCR berdasarkan eCatalogue bisa ditekan 150 ribu rupiah,” ujarnya.
Dalam unggahan tersebut, Pandu juga mendesak Jokowi supaya memberi perintah kepada Kemenkes untuk menurunkan biaya yang saat ini telah ditetapkan.
“Pak @jokowi memerintahkan ke pak @BudiGSadikin @KemenkesRI harus menekan kemahalan dengan serendah-rendah dan secepat-cepatnya,” ujarnua
Desakan tersebut, diberikan Pandu Riono berdasarkan pertimbangan walaupun harga tes PCR telah diturunkan, tetapi dinilai masih tidak masuk akal.
“Kalau dipatok 500 ribu itu masih sangat mahal,” tandasnya. #ric