Ini Penjelasan LAPAN Terkait Fenomena Alam Aphelion Yang Sebabkan Suhu Dingin

51

Palembang, BP – Baru-baru ini beredar luas di WAG tentang terjadinya fenomena alam aphelion di Indonesia.

Fenomena aphelion ini akan membuat terjadi kondisi suhu dingin, akibat posisi matahari sangat jauh dari bumi.

Postingan tersebut membuat beberapa warga dan masyarakat khawatir dan bertanya-tanya. Lalu, apa sebenarnya fenomena aphelion dan betulkah akan berdampak signifikan terhadap kondisi iklim di Indonesia.

Baca Juga:  88% TPM Tak Penuhi Standar Kesehatan

Seperti dilansir pada laman Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), fenomena Aphelion sebetulnya terjadi ketika Bumi berada di titik terjauh dari Matahari.

Menurut LAPAN, Aphelion tahun ini mulai terjadi pada 6 Juli 2021 lalu, tepatnya dimulai pada pukul 05.27 WIB atau 06.27 WITA atau 07.27 WIT dengan membentang jarak 152.100.527 kilometer.

Aphelion tidak berdampak langsung pada kehidupan manusia di Bumi. Aphelion adalah fenomena antariksa yang biasa terjadi setiap tahun.

Baca Juga:  Wakil Ketua MPR Minta UU ITE Segera Direvisi

LAPAN mengungkapkan suhu dingin yang belakangan ini dirasakan bukan karena Matahari sedang berada di titik terjauh.

Suhu dingin itu lebih disebabkan oleh dinamika atmosfer yang terjadi. Suhu dingin saat pagi hari yang terjadi belakangan ini merupakan hal yang biasa terjadi pada musim kemarau.

Lebih lanjut, LAPAN menjelaskan permukaan Bumi menyerap cahaya Matahari pada siang hari, dan kemudian melepaskan panas yang diserap itu pada malam hari.

Baca Juga:  Buka Liga MCF U-20, Plt Bupati Muba Ingatkan Prokes COVID-19

Pelepasan panas itu seharusnya dipantulkan kembali oleh awan ke permukaan Bumi. Lantaran tutupan awan yang minim pada musim kemarau maka tidak ada panas yang dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. #ric

Komentar Anda
Loading...