SMB IV Bersama Zuriat SMB II di Ternate, Bacan dan Manado Launching SMB II Festival

Palembang, BP- 25 orang rombongan zuriat dari Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dari Ternate, dan Bacan (Pulau yang terdapat di Kepulauan Maluku tepatnya di sebelah barat daya Pulau Halmahera) dan Manado mereka diantaranya Raden Ahmad Purbaya , Raden Rahmat Masagus dan Raden Idham Zakaria melakukan kunjungan dan bersilaturahmi ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam yang berada di Jalan Sultan Muhammad Mansyur, Palembang, Sabtu (26/6) malam.
Rombongan tersebut di sambut dan diterima oleh Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn.
Dalam kesempatan tersebut SMB IV didampingi diantaranya Raden Zainal Abidin Rahman Dato’ Pangeran Puspo Kesumo, R.M.Rasyid Tohir,S.H, Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir, Pangeran Suryo Vebri Irwansyah (Vebri Al Lintani), Pangeran Suryo Kemas A. R. Panji, Pangeran Mas’ud Khan, Beby Johan Saimima, dan Radenayu Rahmaniah, Ersan Benyamin alias Ican selaku Ketua Komunitas Jeep Pariwisata Palembang (KJPP).
Dalam kesempatan tersebut SMB IV bersama rombongan zuriat dari Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dari Ternate, Bacan dan Manado melauching SMB II Festival di tempat yang sama.
Dalam kesempatan tersebut sempat dibacakan syair Sultan Mahmud Badaruddin II oleh Pangeran Suryo Vebri Irwansyah (Vebri Al Lintani).
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn. mengapresiasi kedatangan rombongan zuriat dari Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dari Ternate, Bacan dan Manado.
“Dengan berkumpulnya kita disini bisa mempererat tali silaturahmi keluarga kita yang sangat jauh dan Insya Allah kedepannya kita bisa menunjukkan eksistensi budaya Palembang Darussalam itu selama ada di hati masyarakat masyarakat Wong Kito,” katanya.
Mengenai SMB II Festival ini menurutnya lebih terutama di arahkan untuk para generasi muda dan masyarakat Sumsel agar memahami sejarah dan perjuangan dan kebudayaan yang di tinggalkan oleh Kesultanan Palembang Darussalam.

“ Banyak sekali kegiatan yang akan kita gelar di SMB II Festival, mulai dari zoom meeting, Podcast, kita gunakan gala milenial seperti Fhotografi , ada juga bersyair, lomba-lomba membaca syair Palembang dan diskusi-diskusi ilmiah dan lebih difokuskan kepada edukasi kepada anak muda mengenai sejarah perjuangan Kesultanan Palembang Darussalam dan peninggalan-peninggalan yang ada di kota Palembang,” kata SMB IV yang juga seorang notaris dan PPAT.
SMB II Festival ini menurutnya digelar selama dua bulan dan akhir Agustus akan diadakan penutupan kegiatan SMB II Festival.
“ Kita akan mulai melakukan kegiatan- kegiatan yang berbasis budaya dan sejarah dimana jangan sampai orang Palembang melupakan sejarah dan budaya masa lalu kita , itulah makanya banyak kegiatan yang dilakukan di Palembang baik oleh organisasi-organisasi pencinta budaya seperti Forwida, AGSI bahkan kita didukung kaum milenial yang menyelenggarakan SMB II Festival yang sedang kita mulai dan galakkan mulai dari awal bulan ini, bulan Juli kita banyak melakukan kegiatan ,” katanya.
Sedangkan menurut zuriat SMB II , Raden Ahmad Purbaya mengaku tidak menduga akan disambut secara istimewa ini , dan dia berterima kasih kepada SMB IV yang sudah menyambut mereka sehingga dirinya menjadi terharu, walaupun terpisah jauh tetap diberi kesempatan dan bertemu dan diingat keluarga di Palembang.
“ Kesultanan Palembang Darussalam adalah Kesultanan yang kuat kalau diaa dari sejarah yang tidak pernah menyerah kepada Belanda dan itu komitmen yang akhirnya melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan perjuangan sultan-sultan yang ada itu adalah cikal bakal lahirnya Republik Indonesia,” katanya.
Disatu sisi pihaknya sangat sedih dimana ketika diasingkan ke negeri yang tidak ketahui, saya dari Ternate ke Palembang saja dizaman moderen ini merasa sangat jauh.
“ Saya tidak bisa membayangkan beliau (SMB II) dibuang diasingkan dari Palembang ke Ternate berapa tahun sampai disana karena kami dari Ternate 3,5 jam ke Jakarta, dari Jakarta 1 jam sekian jam baru sampai ke Palembang, artinya 4,5 jamlah ditambah transit total 6 jam , itu dari sini kita pergi sudah ke Eropa kalau dari Jakarta,” katanya.
Tetapi dengan spirit, kepahlawanan yang kental , darah yang mengalir dari SMB II , menurutnya SMB II telah rela berkorban demi cita-cita tidak menyerah dan tidak menyerahkan negerinya kepada Belanda.
“ Itu point penting dari perjuangan SMB II walaupun di Ternate sendiri SMB II diterima hangat oleh Sultan Ternate dan dikasih tempat di Kampung Palembang, Kampung Palembang sekarang berubah bentuk menjadi perkantoran disana ada Bank Mandiri, ini kita dalam rangka revitalisasi sejarah kedepan kalau dari saudara kita dari Palembang disini bisa berkomunikasi dan Insya Allah saya bisa membantu dengan Pemkot Ternate bagaimana itu kiranya di revitalisasi Kampung Palembang , itu saya pikir aspek yang penting kalau kita bisa mrevitalisasi situs-situs sejarah yang berkaitan dengan Kesultanan Palembang Darussalam sehingga spirit perjuangannya bisa di wariskan ke anak cucu yang akan datang,” katanya.
Dia menjelaskan dirinya dari keturunan Raden Purbaya hasil pengasingan di Pulau Bacan.
“ Dipulau Bacan sendiri kita diterima oleh Sultan Bacan dan ketika Sultan Bacan mengetahui kita keturunan Sultan Palembang yang diasingkan dan orang-orang tua kita , leluhur kita dinikahkan kepada keluarga Sultan Bacan , kalau saya nenek saya dari Iskandar Alam dari Keturunan Sultan Bacan dan dari Sultan Bacan ke 13, Iskandar Alam juga melawan Belanda , jadi Alhamdulilah keturunan kita, keturunan saya tidak pernah menyerah kepada Belanda jadi dari dua keturunan ini beranak pinak di Pulau Bacan dan Alhamdulilah saya di percaya Gubernur Maluku Utara sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah,” katanya.
Kedepan menurutnya perlu dihidupkan lagi diskusi-diskusi mengenai kepahlawanan dilakukan SMB II dalam menghadap arus globalisasi saat ini.
“ Saya gembira kita mempunyai sultan yang muda dan energik, dan saya pikir visi beliau sangat baik kedepannya , Insya Allah dengan bantuan keluarga dan pembakti dan pendukung Kesultanan Palembang para pangeran, para raden Insya Allah kita dapat menghidupkan kembali , kalau dalam kaitan dengan kehidupan modern ini adalah budaya spiritual yang ada di Kesultanan Palembang Darussalam,” katanya.
Sedangkan Raden Rahmat Masagus yang merupakan zuriat SMB II dari Ternate mengaku selama ini sangat akrab dengan SMB IV dan selalu mengikuti apa yang telah dilakukan SMB IV di Palembang.
“ Memang komitmen kita awal itu bagaimana mengembangkan budaya dan mengangkat harkat dan martabat Kesultanan Palembang Darussalam , saya gunakan momen ini ,” katanya.
Mengenai SMB IV yang menggagas SMB II Festival menurutnya sangat positip.
“ Yang jelas saya melihat ini satu kekuatan yang harus dibangun , selama ini saya melihat yang banyak adalah kemunduran, tapi terakhir yang saya lihat saya ikuti di Medsos apa yang dilakukan SMB IV itu yang membuat saya semangat,” katanya.
Dia mengaku membawa rekan-rekannya dari Ternate menyaksikan bahwa SMB IV tetap eksis .
“ Eksis dalam tanda kutip harus mengembangkan budaya , sejarah yang ada dan meluruskan silsilah, momen inilah kita sekalian dinas dan maafaatkan datang kesini,” katanya.#osk