SMB IV Ajak Masyarakat Ikut Lestarikan Budaya Palembang

110
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru dan  Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama, Raden Muhammad Fauwaz Diradja, S H Mkn dalam penutupan Festival Palembang Darussalam XIX di Griya Agung, Palembang, Sabtu (12/6) malam. (BP/DUDY OSKANDAR)

“Gubernur sangat menyukai sekali kegiatan-kegiatan budaya , karena  budaya inilah karakter kita semua sehingga kita harus selalu melestarikan  dan selalu mengangkat nilai-nilai budaya  yang ada di kota Palembang dan Sumatera Selatan khususnya,” katanya.

Dan kedepan pihaknya akan selalu rutin menggelar Festival Darussalam ini.

Sedangkan Gubernur Sumsel H Herman Deru mengucapkan terimakasih atas gelar Cek Deru yang diberikan kepada dirinya .

Dan Gubernur yakin melalui kegiatan  festival seperti ini, akan membangkitkan semangat masyarakat untuk dapat melestarikan kebudayaan Sumsel khususnya Kota Palembang.

“Tidak ada kata yang paling bijak, kecuali apresiasi untuk langkah besar yang kita lakukan dalam mempertahankan kebudayaan yang dimiliki. Festival seperti ini saya minta kedepannya dapat melibatkan kab/kota dan saya izinkan untuk menggunakan tempat ini dalam penyelenggaraannya”,  katanya.

Baca Juga:  Nama Harnojoyo dan Sarimuda Digodok DPP PKS

Dikesempatan tersebut  Gubernur juga menyampaikan bahwa dirinya telah menyetujui  peraturan yang mewajibkan setiap pegawai yang ada dilingkungan dinas Prov Sumsel untuk menggunakan pakaian adat satu kali dalam satu minggu, hal tersebut dilakukan dengan tujuan menghormati para leluhur yang telah mewarisi kebudayaan kepada masyarakat sumsel.

“Banggalah jadi wong sumsel, banggalah jadi wong palembang. Ayo kita bersama – sama melestarikan kebudayaan yang kita miliki, minimal kita dapat menjelaskan tentang pakain adat yang kita gunakan kepada keturunan kita”, katanya.

Ketua Kerukunan Keluarga Palembang (KKP), Ir. Kgs. H. Abdul Rozak, M.SC mengatakan, Festival Darussalam ini merupakan suatu kegiatan yang kontinyu dilakukan tiap tahun.

“Dulu ini sudah dianggarkan tiap tahun  dalam APBD Sumsel tapis empat beberapa tahun lalu hilang , mungkin anggaran yang terbatas sehingga item anggaran itu hilang, dulu pernah besar skala nasional  saat 2006 dan hari ini alhamdulilah dengan bantuan pak gubernur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel  dan kawan-kawan DPRD Sumsel seperti Mgs Syaiful Padli dan teman-teman sehingga alhamdulilah walaupun dalam posisi pandemi tapi akhirnya anggaran ini muncur dan itu kebanggan buat kami,” katanya.

Baca Juga:  Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni: “Palembang Punya LRT, Masa Jalan Protokolnya Jelek?

Dia melihat Gubernur Sumsel juga menyambut kegiatan ini dengan luar biasa.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Aufa  Syahrizal Sarkomi mengapresiasi  telah terlaksananya Festival Palembang Darussalam ini hingga penutupan saat ini.

“Karena ditengah pandemi ini  kami tetap optimis dunia kepariwisataan dan kebudayaan di Sumsel  khususnya akan tetap kita laksanakan  dan tetap eksis  apalagi kebudayaan  adalah merupakan dari program  kerja Gubernur Sumatera Selatan,” katanya.

Baca Juga:  Pelantikan Pengurus DPW dan DPD PAN Se Sumsel  Dilakukan Serentak

Dalam acara tersebut juga diserahkan hadiah bagi para pemenang lomba di Festival Palembang Darussalam.

Selain itu Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama, Raden Muhammad Fauwaz Diradja, SH., M.Kn dan rombongan sempat melihat stand UMKM dalam penutupan Festival Palembang Darussalam dan sempat belajar melipat tanjak  type kepodang yang dibimbing oleh Pengrajin Batik dan Tanjak Palembang, Agus Sariyadin dan sejarawan Palembang Kemas Ari Panji dan uniknya tanjak type kepodang yang dibuat Gubernur Sumsel tersebut langsung diserahkan kepada Gubernur Sumsel H Herman Deru.#osk

Komentar Anda
Loading...