DPRD Sumsel Akui Wisma Atlet Belum di Fungsikan Tampung Pasien Covid-19

15

Mgs Syaiful Padli (BP/IST)

Palembang, BP- Berdasarkan informasi yang didapat dari pihak Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) wisma atlet yang terletak di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) akan dibuka jika tempat tidur (bed) rumah sakit di Palembang sudah penuh.

“ Tapi sampai hari ini Wisma Atlet belum di fungsikan karena  bed-bed di rumah sakit masih bisa menampung jumlah pasien Covid-19,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli, Kamis (20/5).

Walaupun demikian, menurut politisi PKS, pihak Wisma Atlet jangan menunggu pasien Covid-19 saja, artinya Wisma Atlet harus dipersiapkan dari sekarang untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 .

Baca Juga:  21 Nama Calon KPID Sumsel Diterima DPRD Sumsel

“ Kami dari Komisi V memang belum meninjau langsung Wisma Atlet tapi ini menjadi pekerjaan rumah kami kedepan untuk melihat kesiapan Wisma Atlet dalam menampung lonjakan  pasien Covid-19  di Sumsel terutama kota Palembang,” kata politisi PKS ini.

Dia mengakui kini Wisma Atlet sudah dibuka namun belum ada pasien Covid-19  yang di rawat di Wisma Atlet  karena ketersediaan rumah sakit masih bisa menampung pasien Covid-19.

“ Jika mendekati penuh pasien rumah sakit  di kota Palembang  juga di Sumsel maka Wisma Atlet alternatip untuk menjadi rumah sehat,” katanya.

Baca Juga:  Ketua DPRD Sumsel Monitoring Penanganan Covid-19 dan Pembayaran THR di Perusahaan

Sementara itu Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin Palembang melakukan penambahan ruangan ICU Covid-19 yang dilengkapi alat khusus untuk menghisap aerosol di dalam ruangan sehingga meminimalisir penularan.

Direktur Utama RSMH Palembang dr. Bambang Eko Sunaryanto menjelaskan, ruang yang diperuntukkan isolasi pasien Covid-19 itu didesain agar tekanan dalam ruangan tersebut lebih rendah dibandingkan tekanan udara di luar ruangan.

Baca Juga:  Sembilan Fraksi DPRD Sumsel Sampaikan Pandangan Umum Terhadap Raperda APBD Perubahan Sumsel TA 2022

Dengan kondisi tersebut, udara yang berada dalam ruangan bertekanan negatif tidak akan bisa keluar melalui bukaan celah atau pintu.

“Ya jadi ruangan itu sudah dilengkapi alat untuk menghisap aerosol. Untuk menghasilkan sebuah ruangan yang bertekanan negatif itu maka udara yang keluar dari ruangan tersebut haruslah lebih besar di bandingkan kapasitas udara yang masuk ke dalam ruangan,” katanya, Kamis (20/5).

Sebanyak 26 ruang isolasi bertekanan negatif milik RMSH Palembang itu nantinya mampu menampung 177 pasien Covid-19.#osk

 

 

 

Komentar Anda
Loading...