Arifin Kalender: Sebelum Terlambat Pemerintah Harus Tunda Pilkada

27
BP/IST
Ketua Masyarakat Miskin Kota (MMK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Aripin Kalender

Palembang, BP

Kurva penularan virus corona (Covid-19) di Provinsi Sumatera selatan (Sumsel) termasuk kota Palembang semakin hari semakin  tinggi, terakhir kasus yang nyata adalah Bupati Kabupaten Bangka Tengah, Ibnu Saleh, yang juga calon bupati di Pilkada Kabupaten Bangka Tengah, meninggal dunia akibat Covid-19.

Ketua Masyarakat Miskin Kota (MMK) Provinsi Sumsel Aripin Kalender kembali mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU), DPR dan Pemerintah terutama Mendagri menunda Pilkada serentak 2020  hingga pandemi Covid-19 reda.

Baca Juga:  Arifin Kalender : Dewan dan Gubenur Sumsel Harus Temui Pendemo Penolak UU Sapu Jagat, Jangan Menghilang

Sebelumnya Pemerintah bersama KPU sendiri memang telah menetapkan untuk menunda gelaran Pilkada yang semestinya dilaksanakan pada September 2020 ke Desember 2020. Penundaan dilakukan karena tak memungkinkan menggelar Pilkada beserta tahapannya di tengah wabah virus Covid-19.

Di Sumsel sendiri Desember 2020 akan menggelar pilkasa serentak untuk Kabupaten Ogan Ilir, Pali, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musirawas dan Kabupaten Musirawas Utara.

Baca Juga:  Waspada Virus Corona

“Penyelenggaraan Pilkada serentak harus memperhatikan sejumlah unsur keselamatan dan kesehatan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya baik dari kalangan medis dan masyarakat umum,” kata Aripin, Minggu (4/10).

Namun kata dia, jika tak ada jaminan keselamatan bagi semua unsur yang terlibat dalam proses Pilkada ini, maka akan lebih baik seluruh tahapan Pilkada ditunda dulu.

.Menurut Aripin , memaksakan gelaran Pilkada di masa pandemi justru berpotensi menimbulkan lebih banyak kerugian daripada manfaat. Dia mencontohkan potensi penularan yang amat tinggi jika Pilkada tetap digelar apalagi Sumsel dan kota Palembang sendiri angka covid-19 masih cukup tinggi.

Baca Juga:  Aripin Kalender: "Masyarakat Harus Jeli Pilih Pemimpin"

Tak hanya itu, menurut Aripin memaksakan gelaran Pilkada saat ini bukan pilihan terbaik.

“Memaksakan penyelenggaraan Pilkada di masa pandemi berpotensi menimbulkan lebih banyak mudharat [kerugian] daripada manfaatnya,” katanya.#osk

 

 

Komentar Anda
Loading...