Agsi Bali Tutup Rangkaian Webinar Agsi di Juli 2020

27

Palembang, BP

Senin (27/7) Asosiasi Guru Sejarah Bali mengadakan kegiatan webinar dengan tema Inovasi Pembelajaran Sejarah Dalam Kontek Memajukan Pariwisata Budaya Bali.

Kegiatan webinar ini mendatangkan nara sumber antara lain adalah Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum, Prof . Dr. I .Gde Parimarta,.M.A dari akademisi dan Dr. Nurdinsyah sebagai narasumber dari Kepala Departemen Profesi dan Kompetensi AGSI Pusat . Dan Dr. KN.Boy. Jayawibawa , Kadispora Bali sebagai Keynote Speaker.

Ketua AGSI Bali Dra Ni Wayan Sasih Artini mengatakan,  bahwa dampak dari wabah covid menimbulkan delematis satu sisi dimana guru-guru dituntut menghadapi perubahan, beradaptasi dan berinovasi yang melek dengan teknologi atau digital. Guru sejarah harus mampu memanfaatkan media-media lokal yang lingkungan budaya menarik wisata kembali setelah covid berakhir.

Menurutnya,  peserta yang ikut dalam webinar ini berjumlah 2173 pendaftar , yang terdiri dari pelajar, peneliti dan pemerhati sejarah, mahasiswa serta kalangan masyarakat umum dan terutama guru-guru sejarah se-Indonesia. Dan ada juga dari peserta dari negara Malaysia, Australia dan New Zealand.

Baca Juga:  KPU Palembang Mou Dengan Kejari Palembang

Kadispora  Bali , Dr. KN.Boy. Jayawibawa  sangat mengapresiasi kegiatan webinar ini dengan jumlah pendaftar yang begitu banyak. Guru harus mampu beradaptasi dalam kondisi covid ini dan disinilah guru dituntut untuk berinovasi sehingga peserta didik mampu mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik. Kepala dinas juga berharap bahwa para guru mampu melakukan kegiatan pembelajaran secara efektif, efisien dan ekonomi.

Sumardiansyah Presiden AGSI mengungkapkan “Konsep belajar merdeka dalam sejarah telah diajarkan oleh tokoh-tokoh sejarah bangsa kita .Merdeka belajar dalam pemikiran bagaimana membangun manusia-manusia yang merdeka lahir dan batin . Bagaimana guru membangun kretafitas dan inovasi tidak terbelenggu dengan pradigma-pradigma yang menghambat munculnya pembaharuan dalam dunia pendidikan.

Baca Juga:  PJU Polda Sumsel Lakukan Cek Kesehatan

Kemajuan teknologi harus dibangun untuk kemajuan peradaban manusia jangan sampai manusia dikendalikan oleh teknologi. Teknologi hanya suatu alat . dan teknologi tak kan bisa menggantikan peran guru sampai kapanpun, Ungkap Sumardiansyah lebih lanjut.

Sementara itu I Made Pageh, M.Hum dalam kesempatan ini beliau menyajikan bahasan tentang Peranan Pelabuhan Buleleng dalam lintas perdagangan lokal dan internasional. Dalam paparannya menjelaskan bahwa kedatangan bangsa Barat ke Indonesia yang sebelumnya meereka membagi dunia dalam perjanjian Tordesillas.

Dia  juga mengungkapkan tentang terbentuknya jaringan perdagangan intersuler di Nusantara dan juga menjelaskan tentang Belanda membangun Singaraja pertengahan abad XIX dan juga menjelaskan konflik yang menimbulkan perang Banjar. Singaraja diserta Bali paska kolonial.

Baca Juga:  Kapolda Sumsel Tanggapi Vonis Dua Perwira Polda Sumsel

Subak dan Desa Adat Dalam Konteks Pariwisata Budaya makalah yang disajikan oleh nara sumber Prof . I Gde Parimartha. Subak dan Desa Adat merupakan organisasi kemasayakatan Bali yang sudah hidup sejak lama.

Mengembangkan nilai-nilai budaya Bali. Subak mengalami gangguan sejak maraknya pembangunan pariwisata. Dalam kesimpulannya menjadikan subak sebagai sistem ekonomi agraris masyarakat Bali.

Pemateri terakhir dalam kegiatan webinar AGSI Bali mendatangkan bapak Dr. Nurdiansyah dari Kepala Departemen Profesi dan Kompetensi AGSI Pusat dia  menjelaskan bagaimana cara pembuatan rencana pembelajaran di masa sekarang pandemic ini. Dimana pembelajaran dilakukan secara online. Tatap muka tidak lagi di dalam kelas tetapi lewat online atau maya dengan menggunakan berbagai aplikasi teknologi.#osk

Komentar Anda
Loading...