Anggaran Karhutla Sumsel Tahun 2020 Rp37 Miliar

Hj RA Anita Noeringhati
Palembang, BP
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati memastikan kalau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel telah menganggarkan dana untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Sumsel tahun anggaran 2020.
“ Karena Gubernur telah menganggarkan dana karhutla,” kata politisi Partai Golkar ini dtemui diruang kerjanya, Senin (22/6).
Namun Anita mengaku tidak ingat jumlahnya karena besarnya bisa ditanyakan dengan Komisi yang bersangkutan .
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumsel sudah menyiapkan dana Rp37 miliar untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tak hanya itu, pemprov juga siap menambah alokasi dana menjadi Rp50 miliar jika dibutuhkan.
“Sudah kami kucurkan Rp37 miliar. Ini dimanfaatkan untuk pencegahan dan penanganan karhutla pada tahun ini,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru, Senin (22/6).
Herman menambahkan, pemprov sudah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan pada 20 Mei 2020 lalu.
“Status ini kita keluarkan agar semua pihak bisa bergerak menjalankan tugas dan fungsinya. Bukan hanya unsur pemerintah, namun juga TNI dan Polri serta pihak lain yang terlibat,” katanya.
Menurutnya, satuan tugas dan posko penanggulangan kebakaran hutan dan lahan juga sudah dibentuk. Titik panas indikasi awal karhutla di wilayah Sumsel telah dipantau sejak Januari 2020 dan hingga kini jumlahnya mencapai 1.721 titik.
Titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan, menurut dia, antara lain terpantau di Musi Banyuasin, Lahat, Banyuasin, Prabumulih, Ogan Komering Ilir, dan Muara Enim.
“Yang menjadi perhatian utama memang daerah tersebut karena didominasi lahan gambut. Tahun ini kami tambah luasan daerah rawan karhutla karena kami berkaca pada pengalaman tahun lalu,” katanya.
Untuk diketahui, bagian wilayah Sumatera Selatan yang rawan menghadapi karhutla meliputi Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) , Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas (Mura), dan Musi Rawas Utara (Muratara).
“Dana ini difokuskan pada sarana dan prasarana dengan target meminimalisir hotspot (titik panas) yang ada,” katanya.#osk