Dampak Covid-19 Peternak Terancam Bangkrut, Komisi II DPRD Sumsel Cari Solusi

20
BP/IST
Asgianto

Palembang, BP

Virus covid -19 memberikan dampak yang besar hampir disemua lini, tidak terkecuali dengan peternak ayam maupun ikan di Sumsel. Bahkan, sebagian besar peternak terancam gulung tikar, karena harga jual hasil produksi tidak sebanding dengan biaya pakan ternak.

Ketua Komisi II DPRD Sumsel, Asgianto saat dihubungi koran ini kemarin mengatakan, sampai saat ini pihaknya telah menerima banyak keluhan petani maupun peternak ikan dan ayam, terkait dampak virus corona ini. Rata rata mereka mengeluhkan sepinya pembeli dan harga hasil produksi mereka yang sangat rendah.

“Kami tahu semua ini terjadi akibat covid 19. Oleh sebab itu, yang harus kita lakukan saat ini adalah menghentikan penyebaran covid 19. Untuk itu, memang akan ada banyak masyarakat yang akan dirugikan, di PHK dan kesulitan keuangan. Tetapi program dirumah saja harus tetap dilakukan, agar covid benar benar keluar dari negeri ini,” katanya, Selasa (28/4).

Baca Juga:  Alex Noerdin Akan Bicara Karhutla di WCC 2016 Hawaii

Meskipun demikian, Asgi mengaku tetap akan berusaha untuk mencarikan solusi dari masalah ini. “Karena, kita ingin petani dan peternak tetap berproduksi agar kebutuhan pangan dan ikan masyarakat tetap terpenuhi. Karena kita tidak tahu, sampai kapan wabah ini akan bertahan di Indonesia, terutama di Sumsel,” kata Asgi.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, Komisi II telah menbahas masalah ini dengan dinas pertanian dan peternakan. Saat ini baik eksekutif maupun legislatif sedang berjibaku mencarikan solusinya.”Insyakallah sepekN kedepan sudah ada penyelesaiannya,” kata  Asgi.

Baca Juga:  Korem 044/Gapo Gelar Upacara Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Ditempat terpisah Rian peternak ikan lele di Palembang mengaku saat ini, dia dan peternak lainya benar-benar kesulitan. Dimana hasil poroduksi mereka tidak ada yang mau beli, sementara biaya pakan ternak terus meningkat.

“Saat ini saya sedang panen ikan lele. Tetapi saya bingung mau memasarkannya kemana, karena pedagang pecel lele yang selama ini sering membeli hasil panen lele, sekarang sudah tidak jualan. Soalnya, pasca ditetapkannya program dirumah saja, jumlah pembeli pecel lele terus menurun dan ini juga berimbas pada peteranakan lele,” keluhnya.

Baca Juga:  Pandangan 9 Fraksi DPRD Sumsel Untuk Penyempurnaan Enam Raperda Provinsi Sumsel

Sementara itu, lanjutnya, bila lele tidak cepat dijual, maka harus terus mengeluarkan dana untuk baiaya pakan ternak lele yang sekarang semakin mahal. “Karena tidak ada yang mau beli, dan saya juga sudah tidak ada dana untuk membeli pakan, maka saya berencana untuk membagi-bagikan saja ikan ini dan berhenti berproduksi, takut rugi lagi,” katanya,

Terkait kondisi ini, dia berharap pemerintah dapat turun tangan untuk membantu dia dan peternak lainnya agar tetap bisa bertahan dikondisi seperti sekarang ini.#osk

Komentar Anda
Loading...