“Permintaan Maaf Raja Belanda Dari Sisi Waktu Terlambat”

24
BP/IST
menara air yang kini menjadi kantor Walikota Palembang terlihat bendera Belanda dan Indonesia diatasnya sekitar Juli 1947

Palembang, BP

Raja Belanda Willem-Alexander menyampaikan permohonan maaf atas kekerasan yang dilakukan pihak Belanda setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Hal ini disampaikan Raja Willem di hadapan Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3).

“Di tahun-tahun setelah diumumkannya proklamasi, terjadi sebuah perpecahan yang menyakitkan dan mengakibatkan banyak korban jiwa,” kata Raja Willem.

Baca Juga:  Keluarga Korban Dari Mayat Yang Ditemukan di Sungai Kenten Datangi RS Bhayangkara

Namun bagi sejarawan Sumatera Selatan (Sumsel) Kemas Ari Panji menilai permintaan maaf Raja Belanda tersebut dari sisi waktu sudah terlambat.
“ Tapi kalau berdasarkan niat baiknya , meskipun terlambat tidak apa-apa dari pada tidak sama sekali,” katanya, Rabu (11/3).

Kemas Ari Panji mencontohkan Jepang yang sempat menjajah Indonesia dan telah meminta maaf dan memberikan pampasan perang kepada Indonesia salah satu wujudnya adalah Jembatan AMPERA.

Baca Juga:  Loyalis Petahana Eksodus ke Heri Amalindo, Firdaus Hasbullah :" Sumsel 5 Tahun Terakhir, “Sedang Tidak Baik-Baik Saja”

“Belanda khan belum…, meskipun permintaan maaf ini terlambat ya… tidak jadi masalah dari pada tidak sama sekali, intinya kita menghormati niat baik Belanda,” katanya.

Dia juga melihat selama ini Belanda sudah pernah ada mengembalikan barang-barang bersejarah milik Indonesia bukan hanya Keris.

“Sudah beberapa tahapan yang mereka lakukan, dimulai dari usulan pada zaman presiden Soekarno sudah,” katanya.

Baca Juga:  Kapolda Sumsel Gelar Halal Bi Halal Bersama Personel

Soal permintaan maaf tersebut, dia melihat Raja Belanda sangat Ksatria,” Kita apresiasi niat baik mereka,” katanya.

Setelah permintaan maaf ini menurut dosen UIN Raden Fatah ini perlu ada tindaklanjut kedepannya, apakah meningkatkan kerjasama dan mengembalikan juga rampasan harta dari berbagai wilayah di Ibdonesia termasuk Palembang.#osk

Komentar Anda
Loading...