“Pesimis … Lihat Perkembangan Palembang Kedepan , Jika Tidak Dipimpin Kaum Muda”

10
BP/IST
Diskusi “ Apakah Sudah Saatnya Palembang Dipimpin Milenial yang diselenggarakan Fornews Forum#3, Sabtu (1/2) di gelar di Kopi Kita dan Siber workspace, Jalan Volley , Palembang.

Palembang, BP
Diskusi “ Apakah Sudah Saatnya Palembang Dipimpin Milenial yang diselenggarakan Fornews Forum#3, Sabtu (1/2) di gelar di Kopi Kita dan Siber workspace, Jalan Volley , Palembang.

Hadir Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Muchendi Mahzareki, Anggota DPRD Palembang Ruspanda Karibullah, Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) MS Iqbal Rudianto, pemerhati politik Sumsel Bagindo Togar BB

Wakil Ketua DPRD Sumsel Muchendi Mahzareki menilai pemimpin butuh masukan , karena ide-ide ini tidak bisa dipikirkan oleh satu orang, ide tumbuh dan berkembang dari hasil diskusi dan masukan dari berbagai pihak.

“Tinggal kita sebagai pemimpin yang memiliki kebijakan apakah mau melaksanakan itu,” katanya.
Kaum milenial dia juga melihat memiliki banyak kelebihan dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

“Milienial memiliki potensi lebih. Milenial punya semangat yang tinggi, dan tidak ada dosa masa lalu. Kelemahan belum ada pengalam, karena saat ini sedang menjalani, sedang berproses. Yang paling penting milenial menawarkan masa depan,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Di dunia politik, lanjut Endi, peran milenial lebih pesat lagi. Pada pemilu 2019 sejumlah milenial Sumsel berhasil menembus lembaga legislatif.

Dia memprediksi, kaum milenial akan menapaki masa kejayaannya pada tahun 2024 mendatang. Di seluruh sektor kehidupan dipimpin oleh kaum milenial. “Saya prediksi 75% sektor kehidupan dikauasi milenial. Sekarang saja sudah terlihat, di kabinet ada Menteri dari kaum milenial,” katanya.
Dengan potensi yang begitu besar, kaum milenal harus siap menyambut estafet kepemimpinan. “Mau tidak mau, siap tidak siap, milenial harus siap memimpin,” katanya.

Baca Juga:  Carut Marut Kebijakan Rekayasa Lalulintas Kota Palembang

Sedangkan Anggota DPRD Palembang Ruspanda Karibullah mengajak kaum muda untuk masuk partai politik untuk merebut kekuasaan di Palembang.

“ Situlah kita bisa berbicara, karena kita ada kekuasaan politik yang akan menyampaikan gerakan-gerakan kita untuk mencapai tujuan kita, kongkritnya disitu,” kata politisi PAN ini.

Ruspanda mengingatkan, agar kaum milenial jangan alergi politik. Kaum milenial harus membuka diri untuk berkreasi dan berjuang di dunia politik. “Tanpa atau dengan kita, perubahan akan berjalan. Tinggal kita memilih akan menjadi penonton atau menjadi leader,” katanya.

Dia juga meminta, kaum milenial segera bergerak dan mengaktualisasikan diri dalam semua sendi kehidupan. “Kalau kita tidak memulai kita tidak akan mampu memengaruhi,” katanya.
Selain itu pihaknya berharap peran DKP untuk mengenalkan budaya Palembang kepada masyarakat Palembang sehingga masyarakat dibawah ingat akan budaya Palembang.

Selain itu pembangunan kota Palembang menurutnya harus memperhatikan kearipan lingkungan seperti rawa yang harus segera diselamatkan oleh Pemkot Palembang dan itu sudah sering pihaknya sampaikan kepada pemerintah daerah.

“Pembangunan ramah lingkungan itu tidak serta merta ketika ada investor membuat status sosial yang berbeda dengan lingkungan yang ada, tapi khan investor dan OPD mungkin lebih dekat dari pada DPRD, faktanya begitu, “ katanya.

Baca Juga:  Jembatan Lalan Runtuh Ditabrak Tongkang Tak Kunjung  Diperbaiki, Warga Lalan Protes Ke Pemprov Sumsel 

Sedangkan Pemerhati politik Sumsel Bagindo Togar BB melihat walaupun pilkada Palembang ditahun 2024, masih ada waktu kaum muda untuk mempersiapkannya.
“ Keinginan saya harusnya diganggu, supaya orisinalitas kaum minelial teruji, jangan terbiasa dengan privillage itu tidak teruji anda sebagai pemimpin, kalau semuanya dimudahkan bukan jadi pemimpin namanya tapi jadi pegawai,” katanya.
Dia melihat gadget menjadi alat bagi kaum muda untuk menarik simpati masyarakat sedangkan generasi tua lebih banyak menyebarkan spanduk.

“ Itu cara orangtua, cara generasi yang sudah out sider khan, kelompok kalian dengan silent operation membangun simpul-simpul dukungan kelompok,advokasi dan segala macam dengan mengembangkan madsos ini, mudah-mudahan spanduk tadi enggak efektip,” katanya.

Terpenting bagaimana mengangkat lokal konten di kota Palembang sehingga terlihat kearipan lokal Palembang dan Sumsel.

“ Itu terjadi ketika ditangan anak-anak muda memimpinnya, kalau sekarang enggak yakin, mereka sangat mainstream berpikir, perlu lompatan-lompatan itu terjadi , supaya perubahan kota Palembang ini bisa mengalahkan kota-kota yang lain, karena kita punya hal yang luar biasa,” katanya.

Bagindo mengaku pesimis melihat perkembangan Palembang kedepan jika tidak dipimpin kaum muda, “ Terakhir cuma Eddy Santana Putra , mana Eddy-Eddy yang lain mana ,” tanyanya.

Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) MS Iqbal Rudianto mengatakan, percaya atau tidak para pemimpin daerah kedepan membutuhkan identitas buat kotanya.

Baca Juga:  Berkas Dua Calon Wawako Belum Lengkap

“ Seluruh kepala daerah , percaya atau tidak nanti berlomba-lomba mengangkat kembali sejarah, kebudayaan didaerah itu sendiri, maka percaya atau tidak bagaimana kita mendorong pemerintah atau kepala daerah untuk pemajuan kebudayaan, apalagi undang-undang No 5 tahun tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan sudah ada,”kata pria yang akrab dipanggil Didiet ini.

Dia mengaku anak muda milenial kini sudah bisa ikut berpartisipasi membangun kotanya sendiri dan berharap kota Palembang bisa maju untuk semuanya.

“Visi lingkungan dan kebudayaan ini, sebenarnya sudah jadi pondasi, kalau kepala daerahnya pinter, kita dari awal pelantikan DKP kita sudah mendorong eksistensi kebudayaan di Palembang ini, pelan-pelan kita tunjukkan kepada pemerintah, milenial bahwa kebudayaan ini tak ternilai harganya, ketika membiayai pemajuan kebudayaan menjadi beban negara disitulah kesalahan berpikirnya, untuk pemajuan kebudayaan bukan masalah biaya tapi investasi kebudayaan untuk masa depan, investasi kebudayaan inilah yang paling mahal yang akan dinilai dan dirasakan masyarakat dari sekarang hingga turun temurunnya, kalau kita mau gebrak nian, itulah yang dua tadi yang tidak ada ditempat lain, kita eksplore sungai kita habis-habisan, kita angkat kebudayaan dan sejarah Sriwijaya disaat itu orang akan kenal dengan Palembang dan Palembang akan lebih dikenal daripada kota lain, harus ada pembedanya,” katanya sembari mengatakan walaupun DKP serba terbatas namun tetap berjuang.#osk

Komentar Anda
Loading...