Kisah Pilu Anak Dengan HIV/AIDS & Klinik LKC Dompet Dhuafa Sumsel

33

Palembang, BP–Setiap 1 Desember diperingati sebagai hari Human Immunodeficiency Virus(HIV)/Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) sedunia.

Adanya peringatan itu, untuk  menambah kesadaran, betapa pentingnya berjuang melawan HIV/AIDS dan sekaligus memberikan support serta membantu penderita HIV/AIDS.

Dalam upaya membantu penderita HIV/AIDS, ternyata Klinik Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa Sumatera Selatan (Sumsel), juga punya satu pasien dengan HIV/AIDS yang kerap datang berkonsultasi dan meminta rujukan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang atau Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, untuk menjalani serangkaian pengobatan.

Supervisor LKC DD Sumsel Uswatun Hasannah, menceritakan, jika pasien dengan HIV/AIDS yang kerap datang ke Klinik LKC, masih anak-anak, yang saat ini berusia 5,5 tahun.

Baca Juga:  Partai NasDem  Berikan Layanan Ambulans Gratis Untuk Masyarakat Sumsel 

Pasien dengan inisial ‘D’ ini pertama kali datang ke Klinik LKC DD Sumsel pada tahun 2015. Saat itu, ia datang bersama ayahnya, yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung. ‘D’ datang dengan keluhan tidak bisa berjalan dan berbicara.

Kemudian, ia datang kembali ke LKC sekitar tahun 2017 atau 2018. Kondisi ‘D’ kali ini jauh lebih buruk dari sebelumnya. Tapi, kali ini anak dengan HIV/AIDS ini datang sebagai pasien BPJS.

Baca Juga:  DPRD Palembang Kirim Surat Ke Pemkot,  Minta Gali Kembali Komplek Pemakaman  Pangeran Kramojayo

“Kunjungan keduanya ke LKC saat itu juga dengan sang ayah, pasien membawa kartu BPJS untuk konsultasi soal administrasi pengobatan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Klinik LKC pun langsung memberikan surat rujukan sebagai fakes pertama ‘D’ untuk berobat ke rumah sakit Muhammadiyah Palembang.

“Pada tahun 2018, ayah yang biasanya membawanya ke Klinik LKC meninggal dunia. Akhirnya, ‘D’ tinggal bersama ibunya, tapi tidak lama,” ujarnya.

Tanpa diketahui secara pasti penyebabnya, ‘D’ kini dirawat oleh komunitas penderita HIV/AIDS.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Sumsel Sebut Kerusakan Jalan di Sumsel Akibat Kendaraan Dengan Over Dimension dan Over Loading

“Kini, dia tinggal bersama ibu angkatnya. Dia selalu datang ke Klinik LKC rutin untuk menjalani pengobatan di rumah sakit,” jelasnya.

Kondisi ‘D’ kini jauh lebih baik. Ia sudah bisa berbicara dan berjalan seperti anak normal lainnya.

Kendati begitu, ‘D’ harus terus rutin bolak-balik ke LKC dan rumah sakit untuk terus mendapatkan pengobatan.

“Dia (‘D’) baru ulang tahun ke-5 pada pada November tadi, semoga dia terus diberikan kesehatan,” ucap Uswatun.#rei

Komentar Anda
Loading...