KPU Sumsel Ajukan Rp17,7 Miliar di APBD 2020

Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana
Palembang, BP
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengakui sudah membicarakan anggaran KPU Sumsel di untuk anggaran di APBD tahun anggaran 2020 dengan pihak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumsel untuk hibah rutin ke KPU Sumsel tahun 2020.
“ Pengajuan kami Rp17,7 miliar alokasinya untuk penguatan kelembagaan, bimtek nbukan untuk yang pilkada juga untuk 17 kabupaten kota, dua kali kegiatan pelatihan building recources and democracy Goverment an election,” kata Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana, Jumat (13/9).
Berapa di kabulkan usulan anggaran menurutnya pihaknya tidak tahu, namun pihaknya akan melakukan roadshow di 7 kabupaten kota di Sumsel sebelum hari H dan jauh hari sebelum pelaksanaan kampanye pilkada.
Selain itu menurutnya, pihaknya juga sudah mengajukan anggaran di APBD Perubahan 2019 untuk penguatan KPU Sumsel seperti untuk renovasi kantor, bimtek-bimtek dan pelaksanaan sosialisasi tahapan pemilukada di 7 kabupaten dan kota di Sumsel.
“Besarannya tidak terlalu besar itu untuk penguatan untuk internal kami, sebagian untuk sosialisasi membantu pilkada di kabupaten kota, jadi tidak sampai Rp 10 miliar., perkiraan kami dapatnya sekitar Rp3 miliar karena mungkin nanti pencairannya akan lambat sekitar November , takutnya kami tidak punya waktu untuk menghabiskan itu, kami perkirakan dapatnya Rp3 miliar,” katanya.
Dan pihaknya belum mendapatkan keputusan apakah mendapatkan Rp3 miliar atau berkurang.
“ Monitoring 7 pilkada itu khan akan kami lakukan di 2020, pengajuannya bukan di ABT tapi di pengajuan anggaran Rp2020, jadi monitoring banyak dilakukan di 2020, jadi ini pra di tahaoan awal ini kami tentu akan mengurangi kegiatan monitoring, bimtek-bimtek yang diberikan kepada 7 KPU Kabupaten kota yang akan pilkada, semacam pendampingan untuk mereka, sudah dibuat program-program pendampingan, sosialisasi dan bimtek-bimtek juga mengungatan kelembagaan untuk internal kantor kami, misalnya renovasi kantor, ruangan-ruangan, audio visual yang sebelumnya sudah kami anggarkan untuk dilakukan kemungkinan akan dikurangi,” katanya.#osk