Sejarawan Mestika Zed Tutup Usia

213
BP/IST
Sejarawan Mestika Zed

Palembang, BP
Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, salah seorang putra kebanggaan Sumatera Barat, Prof Dr. Mestika Zed berpulang ke pangkuan ilahi dalam usia 64 tahun. Guru besar sejarah Universitas Negeri Padang (UNP) ini menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang, Minggu (1/9) pukul 08.00.
Informasi meninggalnya Mestika Zed ini secara cepat menyebar di berbagai media sosial grup-grup WhatsApp. Sejarawan yang berhasil meletakan pondasi sejarah bangsa Indonesia ini akan dimakamkan di kampung halamannya di Kenagarian Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota,Sumatera Barat.
“Iya, uda sudah tidak ada lagi. Beliau meninggal dunia tadi pukul 08.00 WIB di rumah sakit Dr. M. Djamil Padang. Hari ini akan di shalatkan di mesjid dekat kediaman almarhum di Gunung Pangilun Padang dan langsung di bawa ke kampung halaman untuk dimakamkan,” Ujar Hasnah Zed, Adik Almarhum .
Diketahui, almarhum mengalami penurunan kesehatan dalam tiga hari terakhir dan saat dirawat di Rumah Sakit, kondisi almarhum tidak mengalami perkembangan.
Sejarawan Mestika Zed juga cukup akrab dengan kalangan tokoh masyarakat Sumsel dan sejarawan Sumsel malahan sempat mengarang buku berkaitan dengan sejarah Sumsel seperti Kepialangan Politik dan Revolusi, Palembang 1900-1950 dan Giyugun: Cikal-bakal Tentara Nasional di Sumatra, dalam halaman facebook dosen sejarah Universitas Sriwijaya (Unsri) Dedi Irwanto ucapan berduka mengalir deras seperti dari tokoh pemuda Sumsel Hendri Zainuddin dan Ketua Dewan Kesenian Palembang, Vebri Al Lintani.

Baca Juga:  Kasrem 044/Gapo Pimpin Rapat Rencana Penaikan dan Penurunan Bendera HUT RI Ke- 76
BP/IST
Kemas Ari Panji bersama Prof Mestika Zed

UIN Raden Fatah Palembang Berduka

Sementara itu , Keluarga Besar UIN Raden Fatah Palembang, terkhusus dari Program Pascasarjana Program Studi Peradaban Islam mengucapkan turut berduka cita yang amat mendalam atas wafatnya, Prof. Dr. Mestika Zed, MA. (Guru Besar UNP Padang). Yang dikhabarkan meninggal diberbagai media Sosial (FB, Wa, dan IG) pada hari ini (Minggu, 1/9 di Padang-Sumbar).

“Semoga almarhum wafat dalam husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan tetap sabar dan tabah.” kata  Sejarawan Palembang Kemas A.R.Panji. Untuk itu kami mengirim Al-Fatiha dan do’a:

Baca Juga:  “Menulis Bukan Sesuatu Yang Sulit”

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه، وَأَكْرِمْ نُزُلَه، وَوَسِّعْ مَدْخَلَه، وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّه مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِه، وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ، وَأَعِذْه مِنْ عَذَابِ الْقَبْر
اللهم لا تحرمنا اجره ولا تفتنا بعده واغفر لنا و له برحمتك يا ارحم الراحمين آمين أمين يا رب العالمين

Masih menurut Kemas “Beliau 3 tahun ikut serta membangun dan membesarkan Progran Studi “Peradaban Islam” di UIN Raden Fatah Palembang, almarhum pernah mengajar beberapa mata kuliah di Program Doktor (S3), Selamat jalan Prof.” ujar Kemas sambil mengenang Almarhum.

Prof. Dr. Mestika Zed, MA lahir 19 September 1955 di Batu Hampar, Kabupaten Limapuluh, Kota Provinsi Sumatera Barat. Memulai pendidikan D3 Pendidikan Sejarah di IKIP Padang, S1 Ilmu Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta, S2 Ilmu Sejarah diraih di Universitas Indonesia, dan Program Doktor di Universitas Vrije Belanda,
Ia pernah menjabat Ketua Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Unand pada 1995, Ketua Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi ( PKSBE) FIs UNP sejak 1998
Ia telah menghasilkan buku terbitan nasional dalam bidang sejarah, ilmu sosial, metodologi sejarah, pernah dinobatkan sebagai tokoh antikorupsi Indonesia bersama Prof.Dr Saldi Isra, seorang doktor ilmu hukum Unand yg kini hakim Mahkamah Konsitusi RI dengan lembaga FPSB (Forum Peduli Sumatera Barat) ; 2004.
Beberapa buku karyanya, antara lain Pemerintah Darurat Republik Indonesia, Pustaka Utama Grafiti, 1997. Sumatra Barat di Panggung Sejarah, 1945-1998, Pustaka Sinar Harapan, 1998, Ahmad Husein: Perlawanan Seorang Pejuang, Pustaka Sinar Harapan, 2001. Kepialangan Politik dan Revolusi, Palembang 1900-1950, LP3ES, 2003, Giyugun: Cikal-bakal Tentara Nasional di Sumatra, LP3ES, 2005 dan Metode Penelitian Kepustakaan, Yayasan Obor Indonesia, 2008.#osk

Komentar Anda
Loading...