Gugur di Papua , Serda Rikson Naik Pangkat Menjadi Sertu
Palembang, BP
Serda Rikson Edi Candra, anggota Batalyon 5 DPC Karang Endah, Kodam II Sriwijaya, yang gugur dalam menjalankan tugas pengamanan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Deiyai Papua pada Rabu (28/8), diberikan tanda penghormatan berupa pangkat setingkat lebih tinggi dari sebelumnya, menjadi Sertu Anumerta.
“Jujur, kami sangat kehilangan beliau. Almarhum bertugas di di Batalyon 5 DPC Karangendah dan dari 85 personil yang dikirim menjadi satgaster di Papua dan Ambon, beliau salah satunya. Almarhum gugur dalam bertugas dan Kodam II/Sriwijaya memberikan penghormatan setinggi-tingginya, mengajukan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Sertu Anumarta kepada Almarhum. Semugoa amal ibadah beliau diterima Allah SWT,” kata Kapendam II/Sriwijaya Palembang, Kolonel Inf Djohan Darmawan di Makodam II Sriwijaya, Kamis (29/8).
Dikatakan Djohan, jenazah almarhum Serda Rikson akan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sore ini, sekitar pukul 18.30.
“Almarhum diterbangkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan nantinya di terima langsung Kasdam II/Sriwijaya, setelah itu dibawa ke rumah duka di Karang Endah. Semalam disemayangkan, jenazah Serda Rikson langsung dimakamkan, Jumat (30/8) di Taman Makam Pahlawan Prabumulih. Upacara pemakaman rencananya dipimpin Kasdam II/Sriwijaya,” katanya.
Dikatakan Djohan, musibah yang membuat Kodam berduka ini berawal saat almarhum bertugas mengamankan unjuk rasa dari kelompok masyarakat Papua, Rabu (28/9) sekitar pukul 13.00.
Sejam kemudian, massa bertambah banyak sehingga terjadilah bentrok hingga menyebabkan tiga anggota TNI, salah satu gugur dan dua anggota lainnya terluka. Bukan itu saja, tiga anggota Polri juga terluka.
“Situasi tidak menguntungkan bagi almarhum, sehingga almarhum gugur saat bentrok terjadi. Kabar terakhir yang kita terima, situasi disana sudah kondusif, namun dalam pengamanan anggota TNI dan Polri,” katanya.
Selain Serda Rikson, ada 84 anggota TNI lainnya yang berangkat dalam penugas di Papua untuk satu tahun.
“Tugas di Papua dua bulan lalu, ada 85 orang yang berangkat dalam penugasan dan hanya satu ini yang menjadi korban, kami sangat kehilangan,” kata Djohan.
Menurutnya, Serda Rikson meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil.
Selain Serda Rikson, beberapa anggota TNI dan Polri dilaporkan juga mengalami luka tertusuk panah dan bacokan. Insiden ini dilakukan sekelompok orang yang diduga kelompok kriminal bersenjata.
Sementara Serda Rikson gugur diserang oleh massa saat mengamankan kendaraan berisi senjata api. Usai membunuh, kelompok massa lalu merampas senjata anggota dan senjata di kendaraan.#osk