Demi Prestasi Peparnas Papua, NPCI Sumsel Tetap Gelar Kejurprov Meski Tak Ada Dana

Palembang, BP
Pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel tampaknya terus tertatih-tatih dalam pendanaan pembinaan atlet. Namun, induk olahraga disabilitas Sumsel tersebut tampaknya terus berupaya sebisa mungkin membina atlet tak hanya latihan tapi juga diiringi dengan kompetisi.
Terbukti NPCI Sumsel terus melahirkan atlet berprestasi baik nasional maupun Internasional. Bahkan pekan lalu, atlet bowling jebolan NPCI Sumsel Elsa Maris berhasil membawa pulang dua emas di Kejuaraan Bowling Internasional Singapura.
Benar saja, ditengah terpaan dana yang sulit NPCI Sumsel menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada 2-5 Agustus 2019 dengan kondisi seadanya.
Pembukaan dijadwalkan besok Kamis 2 Agustus 2019 di Gedung Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Penyandang Fisik (BRSPDF) Palembang.
Pasalnya, ajang Kejurprov menjadi ajang yang penting demi menjaring atlet-atlet disabilitas Sumsel menuju persiapan multievent bergengsi Pekan Paralimpyc Nasional (Peparnas) di Tanah Papua 2020 mendatang
“Peparprov November nanti Prabumulih, Kejurprov besok kita mulai selama empat hari,” terang Ketua Umum NPCI Sumsel Ryan Yohwari, Kamis (1/8).
Lanjut pria yang juga juara dunia bulutangkis ini, Kejurprov digelar untuk menyeleksi atlet-atlet disabilitas di Sumsel, agar atlet yang turun di Peparnas Papua adalah atlet andalan, sehingga mampu berprestasi ke nasional.
Dari 14 kabupaten/kota tersebut di antaranya Ogan Ilir (OI), Musi Banyuasin, Palembang, Muaraenim, OKU, Banyuasin, Lubuklinggau, Musirawas dan lain-lain.
“Optimis kita akan cari bibit terbaik ke nasional nanti. Meski tak dana kita coba seadanya,” pungkasnya. #sug