Ruang Kelas Terbakar, 32 Siswa SMPN 26 Dialihkan

Palembang, BP
Sebanyak 32 siswa SMP Negeri 26 Palembang terpaksa harus dialihkan belajar dan dicampur dengan kelas-kelas lain demi tetap memberikan proses belajar mengajar bagi mereka.
Pasalnya, sebanyak empat ruang kelas hangus terbakar setelah Si Jago Merah mengamuk pada Rabu (24/7) sekitar pukul 22.00 WIB.
Empat ruang terdiri satu ruang kelas untuk belajar 32 siswa, satu ruang kelas untuk sekolah terbuka, satu gudang dan satu ruang ekstrakurikuler UKS.
Api diduga merambat dari konsleting arus listrik kemudian menghanguskan dua ruang kelas, satu ruang UKS dan satu gudang. Kendati demikian, pihak sekolah tetap mengaktifkan proses belajar mengajar di sekolah.
Ridho salah satu siswa SMP Negeri 26 Palembang mengaku sedih ruang kelas di sekolahnya terbakar. Beruntung ia tetap bisa belajar. “Baru tahu pagi ini, mudah-mudahan cepat dibangun, biar kami nyaman belajarnya,”harapnya.

Kepala SMP Negeri 26 Palembang Misno Subroto menyampaikan bahwa untuk menanggulangi proses belajar mengajar siswa yang belajar di ruang kelas yang terbakar dialihkan ke ruang-ruang kelas lain.
“Siswa tetap belajar, mereka kita campur dengan ruang-ruang lain. Jadi setiap ruang dari 32 siswa ada yang ditambah 3 sampai 4 siswa,”ujar Misno Subroto.
Misno menambahkan bahwa dari ruang kelas yang terbakar satu ruang yang digunakan untuk kelas SMP terbuka. Sehingga untuk SMP terbuka tidak bisa lagi menggunakan ruang kelas ini.
“Sambil menunggu anak-anak belajar campur, kami berharap ruang kelas ini segera dibangun agar siswa kembali belajar,”harapnya.
Sementara itu pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang langsung meninjau lokasi. Beberapa ruang pun hangus menyisakan puing dan tembok hangus.
“Ya, setelah kami tinjau, api kemungkinan berasal dari konseletint g di ruang UKS. Apalagi ruang UKS ada banyak busa dan kasur sehingga cepat merambat apinya,”ujar Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Herman Wijaya.
Herman Wijaya berjanji akan memproses pengajuan agar ruang kelas segera dibangun kembali dan kembali nyaman dalam aktivitas belajar mengajar.
“Secepatnya kita ajukan, kalau 2019 ini mungkin belum bisa, minimal tahun depan kita ajukan di APBD. Bahkan kita akan ajukan sekalian dua lantai. Mungkin kita ajukan dulu Rp2 miliar,”jelasnya. #sug