Pimpinan MPR Dipilih Dengan Sistem Paket

19
Anggota MPR Hendrawan Supratikno

Jakarta, BP–Anggota MPR Hendrawan Supratikno menyatakan, perebutan kursi pimpinan MPR RI mulai memanas,  dan Ketua Umum  PDIP telah memiliki nama yang pas untuk menduduki calon pimpinan MPR RI tersebut.

“Yang pasti kursi pimpinan DPR RI sesuai amanat UU MD3 (MPR,DPR,DPD dan DPRD) adalah partai pemenang Pemilu di antaranya PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem dan PKB) . Berbeda dengan kursi MPR RI akan dipilih secara paket, atau musyawarah mufakat. Kemungkinan pemilihan pimpinan MPR  melalui  tiga paket plus DPD RI.  Perwakilan dari DPD RI harus satu nama di masing-masing paket,” ujar Hendrawan di ruangan diskusi wartawan DPR Jakarta, Senin (22/7).

Baca Juga:  Jasad Koptu Mar Husoyin Ditemukan Mengapung

Kalau soal nama yang akan disodorkan PDIP  lanjut Hendrawan, selama ini yang terus-menerus terlibat dalam sosialiasi empat pilar MPR RI dan konstitusi adalah Menkumham RI Yasonna Laoly. Jadi, silakan parpol menyebut nama-nama calon pimpinan MPR RI agar sejak sekarang bisa dikomunikasikan dan publik bisa menilai layak atau tidak nama tersebut.

Dikatakan, tidak masalah jika  pimpinan MPR RI dijabat dari Partai  Golkar atau Gerindra.  karena perolehan kursi kedua partai tersebut  terbesar kedua di DPR RI. Bahkan  PKB mewakili Nahdlatul Ulama (NU) yang komit  menjaga dan merawat NKRI juga memiliki peluang serupa.

Baca Juga:  Polsek IT I Amankan Motor Knalpot Brong

“Yang terpenting, tugas MPR ke depan apa yang akan dikerjakan lima tahun ke depan. Bukan hanya melantik presiden dan wapres terpilih,” katanya.

Ketua Fraksi Gerindra MPR RI Fary Djemy Francis menegaskan,  mestinya tidak perlu kursi   pimpinan MPR RI diperebutkan, mengingat tugas MPR RI menjaga dan merawat keutuhan NKRI. “Tak etis, kalau bicara bagi-bagi kursi pimpinan MPR RI. Sebaiknya dipilih secara musyawarah mufakat,” tegas Djemy.

Baca Juga:  Peringati Hari Bela Negara, Kemenkumham Sumsel Gelar Upacara

 Djemy menambahkan, untuk menjabat  pimpinan MPR RI bisa dimasukkan kerangka rekonsiliasi antara kedua tokoh besar, Joko Widodo dan Prabowo, agar saling melengkapi untuk membangun program  lima tahun ke depan. Itu dimaksudkan agar  rekonsiliasi  tidak saja bagi-bagi pimpinan MPR RI, melainkan   program pembangunan dengan mengelaborasi dua kekuatan untuk menyelamatkan bangsa. #duk

Komentar Anda
Loading...