Pimpinan MPR Dipilih Dengan Sistem Paket

Jakarta, BP–Anggota MPR Hendrawan Supratikno menyatakan, perebutan kursi pimpinan MPR RI mulai memanas, dan Ketua Umum PDIP telah memiliki nama yang pas untuk menduduki calon pimpinan MPR RI tersebut.
“Yang pasti kursi pimpinan DPR RI sesuai amanat UU MD3 (MPR,DPR,DPD dan DPRD) adalah partai pemenang Pemilu di antaranya PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem dan PKB) . Berbeda dengan kursi MPR RI akan dipilih secara paket, atau musyawarah mufakat. Kemungkinan pemilihan pimpinan MPR melalui tiga paket plus DPD RI. Perwakilan dari DPD RI harus satu nama di masing-masing paket,” ujar Hendrawan di ruangan diskusi wartawan DPR Jakarta, Senin (22/7).
Kalau soal nama yang akan disodorkan PDIP lanjut Hendrawan, selama ini yang terus-menerus terlibat dalam sosialiasi empat pilar MPR RI dan konstitusi adalah Menkumham RI Yasonna Laoly. Jadi, silakan parpol menyebut nama-nama calon pimpinan MPR RI agar sejak sekarang bisa dikomunikasikan dan publik bisa menilai layak atau tidak nama tersebut.
Dikatakan, tidak masalah jika pimpinan MPR RI dijabat dari Partai Golkar atau Gerindra. karena perolehan kursi kedua partai tersebut terbesar kedua di DPR RI. Bahkan PKB mewakili Nahdlatul Ulama (NU) yang komit menjaga dan merawat NKRI juga memiliki peluang serupa.
“Yang terpenting, tugas MPR ke depan apa yang akan dikerjakan lima tahun ke depan. Bukan hanya melantik presiden dan wapres terpilih,” katanya.
Ketua Fraksi Gerindra MPR RI Fary Djemy Francis menegaskan, mestinya tidak perlu kursi pimpinan MPR RI diperebutkan, mengingat tugas MPR RI menjaga dan merawat keutuhan NKRI. “Tak etis, kalau bicara bagi-bagi kursi pimpinan MPR RI. Sebaiknya dipilih secara musyawarah mufakat,” tegas Djemy.
Djemy menambahkan, untuk menjabat pimpinan MPR RI bisa dimasukkan kerangka rekonsiliasi antara kedua tokoh besar, Joko Widodo dan Prabowo, agar saling melengkapi untuk membangun program lima tahun ke depan. Itu dimaksudkan agar rekonsiliasi tidak saja bagi-bagi pimpinan MPR RI, melainkan program pembangunan dengan mengelaborasi dua kekuatan untuk menyelamatkan bangsa. #duk