Yudha Rinaldi : Tidak Ada Rebutan Jabatan Pengurus di Tingkat Bawah

Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumsel Yudha Rinaldi
Palembang, BP
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), memastikan adanya pencopotan jabatan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/ kota di Sumsel dalam Konfercab beberapa waktu lalu, merupakan kewenangan mutlak DPP PDI Perjuangan.
“ Itu sudah keputusan DPP, harus diterima, sekarang kawan-kawan di bawah misalnya PAC yang tidak terima, tidak ada alasan tidak terima, kalau merasa tidak sreg mengundurkan diri, tapi tidak seperti itulah, sampai saat ini tidak ada gejolak-gejolak, karena siapapun yang diputuskan pasti sudah melalui evaluasi di DPP, tidak ada yang dipotong , ditebang, sekarang semata-mata penguatan internal, penguatan partai, mereka yang diberikan tanggungjawab pengurus DPC itu sekarang bagaimana mereka ini kedepan ini mengkonsolidasikan diri, memang sekarang kita fokusnya ke kongres dulu, selesai kongres baru konsolidasi tingkat PAC maupun ranting,” kata Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumsel Yudha Rinaldi, terkait digantinya ketua ataupun rolling pengurus inti (Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) ) PAC yang ada di Sumsel pasca Konfercab dan Konferda se-Sumsel yang dipusatkan di Palembang, tepatnya di gedung Dining Hall Jakabaring Sport City (JSC), Minggu (14/7).
Menurut Yudha, hasil penunjukkan KSB DPC setelah dilakukan evaluasi oleh DPP, berkaca pada hasil Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) pada April lalu.
“Jadi, ini semata- mata dalam rangka penguatan internal partai, setelah ditunjuk tinggal konsolidasi. Semua berdasarkan hasil evaluasi perolehan suara Pileg dan Pilpres lalu didaerahnya, keaktifan, kontribusi serta upaya menepis berita miring ke partai. Termasuk juga hasil psikotes dari pimpinan tersebut,” katanya.
Mantan anggota DPRD Sumsel ini menambahkan, dari pengurus inti (KSB) di 17 Kabupaten/ kota se Sumsel, terdapat 7 daerah yang dirombak kepengurusannya, yaitu, Palembang, OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Prabumulih, Lahat dan Muba.
“Itu berdasarkan penilaian subjektif tadi, itu berdasarkan usulan dari PAC masuk semua, DPP melihat , kalau diperhatikan beberapa daerah yang kita kalah itu ada perombakan, tapi daerah-daerah yang kita menang DPP menilai sudah cukup solidlah , kecuali ada usulan dan pertimbangan lain seperti meninggal dunia atau apa, ini salah satu pertimbangannya karena Pileg itu perlu dievaluasi dan setiap personal sudah punya data semua di DPP, jadi tidak tabu juga di PDIP ini dari Ketua menjadi Sekretaris, dari Ketua jadi bendahara biasa-biasa saja, itu di Muba dari Ketua jadi Sekretaris , di OKU dari Ketua jadi Sekretaris, di OKU Timur malah tidak sama sekali, di OKU Selatan tidak sama sekali,” katanya.
Menurutnya tidak ada rebutan jabatan pengurus di tingkat bawah PDIP seluruh Sumsel.
Ia juga menepis anggapan, jika penetapan pengurus inti ini karena ada persaingan terselebung, ataupun adanya ketidak sukaan kepada pengurus tertentu.
Dia mencontohkan, seperti yang terjadi di DPC kota Palembang. Meski Yulian Gunhar saat diusulkan hanya didukung satu dari 18 PAC yang ada, nyatanya ia yang ditunjuk oleh DPP.
“Ada anggapan itu saya rasa salah, karena DPP tidak ingin ada dukung mendukung kandidat tertentu, sebab hal itu akan menimbulkan friksi ditubuh partai sehingga penunjukkan dilakukan DPP. Selain Palembang ada juga di OKU Timur, Syarnubi dan OKU nama Fahlevi Maizano yang mendapat mandat menjabat ketua DPC. Dimana awalnya tidak diusulkan PAC satupun tapi nyatanya mereka dianggap DPP paling layak,” katanya.#osk