Jalan Menuju Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya, Gandus, Rusak Parah

214
Kepala UPTD TWKS, Agustinus Antoni (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP–Pengembangan objek wisata di kota Palembang salah satunya perlu adanya infastruktur yang memadai, salah satunya jalan, hal ini menjadi kendala yang dihadapi pihak pengelola Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) yang kini menjadi Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) yang terletak di Jalan Syakyakirti Palembang, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang dimana kondisi jalan menuju objek wisata ini rusak parah dan hingga kini belum pernah diperbaiki oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

“Saat ini kendala kita di infastruktur, jalan di Karang Anyar ini sangat jelek sekali dan kita sudah banyak usaha untuk mendekati pemerintah , karena ini jalan kota Palembang, jadi kita mengharapkan Pemkot Palembang lebih serius untuk membangun jalan ini, tidak berlubang-lubang, apalagi kalau turun hujan itu susah untuk di lewati,” kata Kepala UPTD TWKS, Agustinus Antoni, Minggu (21/7).

Baca Juga:  Dugaan Money Politik Pasangan Toha-Rohman, Ini Tanggapan Pengamat Politik 

Hal ini memperngaruhi dampak kunjungan ke Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) dari wisatawan.
Selain itu menurutnya, Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) yang didalamnya ada Museum Kerajaan Sriwijaya dan Bukit Siguntang, pihaknya juga  telah membuat taman cinta di tahun 2017 dan memberikan dampak positip pengunjung ke TWKS.

“Kita kerjasama dengan sekolah SD, SMP dan SMA dalam program museum masuk sekolah pada anak-anak pelajar begitu juga dengan kalangan mahasiswa-mahasiswa yang melakukan penelitian terkait dengan peninggalan sejarah di Museum Sriwijaya,” katanya.

Baca Juga:  Masyarakat Keluhkan Jalan Rusak

Koleksi dalam Musuem Sriwijaya diantaranya prasasti-prasasti kerajaan Sriwijaya dan peninggalan artepak yang bisa dilihat langsung dalam museum.

Untuk tingkat kunjungan setiap bulan memang mengalami peningkatan tapi tidka siknifikan karena yang datang disini anak-anak muda yang datang ke taman cinta tapi kunjungan ke museum pertumbuhannya melalui kerjasama dengan anak-anak sekolah.

“Setiap bulan itu bisa dikatakan 10 persen atau 15 persen peningkatan, dalam sebulan kita menginginkan di atas 500 orang biasanya lebih kadang dibawah itu,” katanya.
Dia berharap generasi sekarang untuk mempelajari apa-apa yang ditinggalkan kerajaan Sriwijaya mulai dari prasasti –prasasti dan artepak-artepak yang ditinggalkan .

Baca Juga:  Tidak Terima Anaknya di Paksa Oral Sex, SU Lapor Polisi 

“Karena Sriwijaya itu adalah kerajaan maritim yang memang terkenal bukan Cuma di nusantara tapi di dunia, jadi untuk membangun kualitas bangsa dia harus memahami tentang peninggalan sejarah-sejarah sehingga kalau kita paham sejarah maka kita akan memahami juga budaya yang ada di Indonesia, bahkan kita bisa lebih dekat rasa nasionalisme kita kepada negara yang kita cintai ini,” katanya.  #osk

Komentar Anda
Loading...