Karyawan PT KAI Tewas di Rumah Kontrakan

67
Jenazah korban berada di kamar mayat RSU dr HM Rabain Muaraenim.  

Muaraenim, BP–Warga Desa Tanjung Raja, Kecamatan Kota Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, Minggu (7/7) sekitar pukul 09.30 WIB geger. Itu terjadi setelah warga menemukan Doni Satria (29). Alamat Desa Merapi, Kecamatan  Barat, Lahat, yang tewas di dalam rumah bedeng kontrakannya di desa tersebut.

                 Mayat korban yang merupakan karyawan otsorsing PT KAI ini, ditemukan dalam kondisi sudah mulai membusuk. Mayat korban pertama kali ditemukan oleh Suhendra, warga yang tinggal ngontrak di bedeng tersebut.

              Korban tewas di duga karena sakit. Karena didekat tubuhnya ditemukan beberapa jenis obat untuk sakit kepala.

                Saat ditemukan, rumah kontrakan korban terkunci dari dalam. Sehingga warga terpaksa mendobrak pintu bedeng tersebut untuk melihat mayat korban.

                Informasi yang diperoleh menyebutkan, korban meminta izin kepada pimpinannya untuk tidak masuk bekerja mulai hari Kamis (4/7). Teman teman sekerjanya menduga, selama tidak masuk kerja korban pulang ke rumahnya di Desa Merapi, Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat.

Baca Juga:  Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Masuk Ruang Politik Transaksional

               Di Desa Merapi, korban tinggal bersama pamannya, karena orang tuanya berada di Kerinci, Provinsi Jambi.

              Karena rumah bedeng yang dikontraknya di Desa Tanjung Raja dekat stasiun Tanjung Enim baru tersebut dalam kondisi terkunci dan terlihat sepi. Teryata selama dia tidak masuk bekerja tinggal  bedeng tersebut.

              Ketahuannya pada Minggu (7/7) sekitar pukul 09.30 WIB, tetangga bedeng korban bernama Suhendra, mencium bau tidak sedap dari arah dalam bedeng yang ditempati korban.

            Lantas dia menaruh rasa curiga dengan bau menyengat yang keluar dari dalam bedeng korban tersebut. Lantas dia mencari celah untuk melihat ke bagian dalam bedeng tersebut.

              Betapa terkejutnya dia, saat melihat korban di dalam bedeng itu sudah mulau dikerumuni lalat. Lantas dia melaporkan kejadian itu kepada aparat Desa Tanjung Raja dan kekantor korban bekerja.

Baca Juga:  Warga Pasang Patok Tapal Batas Muaraenim-Lahat

                Kemudian perangkat desa setempat bersama warga lainnya berupaya membuka pintu rumah bedeng korban dengan cara mendobraknya. Ketiba pintu tersebut berhasil didobrak, ditemukan mayat korban sudah mengeluarkan bau.

               Lantas aparat desa melaporkan kejadian itu ke Polres Muaraenim. Petugas Piket SPK Polres Muaraenim bersama tim Inafis dan Reskrim Polres Muaraenim tiba di lokasi kejadian untuk melakukan identifasi.

                Di dekat tubuh korban ditemukan obat obatan untuk menyembuhkan sakit kepala. Kuat dugaan korban tewas karena sakit. Karena barang barang korban tidak ada yang hilang dan rumah bedeng korban masih dalam kondisi terkonci.

              Usai dilakukan identifikasi, mayat korban dibawa ke RSU dr HM Rabain Muaraenim untuk dilakukan visum dokter.

Baca Juga:  Pemkab Akan Rekrut 334 Pegawai P3K

              Yeni, salah seorang keluarga korban yang berhasil dijumpai di RSU dr HM Rabain Muaraenim, mengaku terkejut kalau korban tewas dalam kondisi mengenaskan.

               “Selama ini korban tidak pernah mengeluh sakit. Kami terkejut ketika mendapat kabar korban meninggal di dalam rumah kontrakannya diduga karena sakit,” jelas Yeni.

                 Dia mengaku, korban jarang pulang ke rumah Pamannya di Desa Merapi. “Korban jarang pulang ke duson. Tapi kalaupun dia pulang ke duson selalu jaga warung punyo pamannya,” jelas Yeni menggunakan bahasa daerah.

               Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono, ketika dikonfirmasi, Minggu (7/7) mengaku belum mendapatkan laporan adanya penemuan mayat tersebut. “Saya belum dapat laporan ada penemuan mayat,” jelasnya yang ditemui di sela sela acara peringatan hari lingkungan hidup sedunia.#nur

 

Komentar Anda
Loading...