Pembunuhan dan Mutilasi Vera oleh Prada DP Direkonstruksi

164
BP/IST
Pomdam II Sriwijaya bersama Oditurat Militer, Hukdam, polisi melaksanakan rekontruksi pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban Vera Oktaria langsung di lokasi kejadian, Rabu (3/7).

Palembang, BP–Pomdam II Sriwijaya bersama Oditurat Militer, Hukdam, kepolisian melaksanakan rekonstruksi pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban Vera Oktaria langsung di lokasi kejadian, Rabu (3/7).
Rekontruksi yang dipimpin langsung Danpomdam II Sriwijaya Kolonel CPM Donald Siagian, melaksanakan rekontruksi di penginapan tempat dimana Prada DP melakukan pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban Vera Oktaria.
Rekonstruksi dilakukan di salah satu penginapan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tepatnya Penginapan Sahabat Mulia Kecamatan Sungai Lilin.
Prada DP dalam Rekonstruksi tersebut terlihat memakai baju tahanan orange bermerek Tahanan Pomdam II/Sriwijaya.
Dari pantauan di lapangan, rekonstruksi yang digelar tersebut terlihat di jaga ketat oleh puluhan anggota dari Pomdam II/Sriwijaya, terlihat juga garis pembatas di pasang agar area steril dari masyarakat umum.
Danpomdam II Sriwijaya Kolonel CPM Donald Siagian mengatakan, rekontruksi yang dilaksanakan sebanyak 47 adegan yang langsung diperankan Prada DP dan saksi-saksi yang lain. Rekontruksi yang dilaksanakan pastinya untuk melihat secara pasti antara hasil pemeriksaan dengan lokasi kejadian.
“Hanya ada yang sedikit tidak singkron dilapangan, dari keterangan saksi pemilik penginapan. Pemilik penginapan lupa apakah ada membawa koper atau tidak. Karen posisi saat itu malam, jadi lupa,” kata Donald.
Namun, terlepas itu semua menurut Donald rekontruksi yang dilaksanakan berjalan lancar dan aman. Meski tidak dihadiri pihak keluarga korban maupun keluarga Prada DP.
Rekontruksi yang dilaksanakan sebanyak 47 adegan ini, melihat bagaimana Prada DP bersama korban Vera Oktaria masuk ke dalam penginapan, melakukan pembunuhan hingga kabur.
“Dari adegan demi adegan, bila Prada DP ini marah ketika ada penjelasan yang diberikan korban. Karena penjelasan itu, membuat Prada DP marah dan melakukan hal tersebut,” ujarnya.
Motif sampai Prada DP membunuh dan memutilasi korban Vera karena kesal dari percapakan yang sebelumnya mereka lakukan.
Sedangkan untuk keterangan tentang kehamilan korban Vera Oktaria, ditegaskan bila korban sama sekali tidak hamil. Itu dari hasil keterangan dokter yang melakukan visum terhadap korban.
Sedangkan Kapolsek Sungai Lilin AKP Hernando mengatakan, rekonstruksi yang dilakukan sepenuhnya di handel oleh pihak Pomdam II Sriwijaya. Pihaknya hanya mengamankan dan mensterilkan lokasi rekonstruksi.#osk

Komentar Anda
Loading...