Pasca Pilpres, Suara PKB Sumsel Naik Siknifikan

47
BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPW PKB Sumsel H Antoni Toha

Palembang, BP
Secara umum, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tidak memiliki gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) namun hanya memiliki sengketa terkait perbedaan C1 dan DA1 di Dapil VII Sumsel antar sesama kader PKB.
“Atas nama nomor dua karena yang menang nomor empat selisihnya 3000 an, gugatannya sudah masuk ke mahkamah partai,” kata Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPW PKB Sumsel H Antoni Toha usai berbuka bersama di kantor DPW PKB Sumsel , Sabtu (25/5).
Untuk persidangannya akan disesuaikan dengan tahapan pemilu namun semuanya dikembalikan ke Mahkamah Partai .
“Tetap kebijakan oleh MK dulu, nanti MK dalam putusan sela mungkin dikembalikan ke Mahkamah Partai, “ katanya.
Dan secara nasional PKB ada 25 gugatan eksternal baik tingkat kabupaten kota , provinsi dan nasional ,” Kalau internal tidak di hitung karena tidak menambah kursi,” katanya.
Dia menyadari selama lima tahun ini banyak kader PKB menyadari untuk ke MK harus memiliki data yang valid tidak cukup dengan Terstruktur, Struktur , Massive (TSM).
“Makanya pertimbangan membuat kawan-kawan banyak menerima hasil pemilu, walaupun ada ganjalan di hati namun melihat perjuangan di MK enggak gampang juga , harus ada bukti dan saksi yang cukup serta suara yang pas untuk menandingi perselisihan tersebut, kalau selisihnya 1000 kalau kita punya bukti 100, 900nya kemana, kalaupun menang 100 tapi tidak juga memenangkan suara khan,” katanya.
Untuk DPR RI dari PKB untuk Sumsel menurutnya, mendapatkan satu kursi di wilayah Sumsel II atas nama Bertu Melas.
“ Untuk Ketua PKB Sumsel Ramlan Holdan mendapat pertama dari yang terakhir, kalau 8 kursi beliau di posisi ke 9,” katanya.
Diakuinya secara umum perolehan suara PKB di Sumsel naik siknifikan sekitar 25 persen baik di Sumsel dan nasional.
“ Kita seperti di provinsi kemarin 6 kursi jadi 8 kursi, , Palembang 6 kursi dari sebelumnya 5 kursi, semuanya naik , ada yang mantap, ada yang bergeser untuk kabupaten kota,” katanya.
Untuk kabupaten kota, PKB juga mendapatkan pimpinan terutama di Banyuasin dan OKU Timur,” Itu yang amanlah, yang lain masih nunggu MK,” katanya.
Naiknya suara PKB di Sumsel menurutnya karena kerja keras para kader PKB.
“ Kalau efek capres ini win-winlah, karena efek kita di cawapres di kiyai Ma’ruf Amin,” katanya.
Ditambah pemilih tradisional PKB kaum nahdiyin juga dinilainya ikut mendukung kenaikan suara PKB di Sumsel .
“ Secara nasional saat ini bisa dikatakan 9,8 persen dari partisipasi , peringkat empat nasional setelah PDIP, Golkar, Gerindra ,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...