Inisiasi Gubernur Sumsel Mulai Ditiru Provinsi Lain

Lahat, BP— Inisiasi Gubernur Sumsel Herman Deru mengaktifkan kembali Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Kelurahan (P2UKK)/Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) sebagai pengganti P3N mulai ditiru sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya Provinsi Maluku. Mereka bahkan berencana datang dan belajar langsung ke Bumi Sriwijaya.
Hal itu dikatakannya saat menghadiri giat tradisi Safari Ramadhan Pemprov Sumsel di Kabupaten Lahat, Minggu (20/5). Dimana H. Herman Deru beserta rombongan berkesempatan untuk mengunjungi Masjid Al- Muttaqien di Kabupaten Lahat.
Usai melakukan buka bersama dan shalat Maghrib berjama’ah di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Lahat, Gubernur Sumsel H. Herman Deru dengan baju koko dan sarung berwana cokelat hadir sekitar pukul 19.00 WIB di masjid Al- Muttaqien yang letaknya tidak jauh dari Rumah Dinas Bupati Kabupaten Lahat.
Dalam kesempatan itu Gubernur Sumsel mengukuhkan Penghubung Urusan Keagamaan Kelurahan (P2UKK)/Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) dari Kabupaten Lahat, Pagaralam dan Empat Lawang. Dikatakan Herman Deru, di Sumsel ini sosok tokoh agama merupakan orang yang sangat disegani, oleh sebab itu pula Ia memberanikan diri dan menjadi kepala daerah yang berani menginisiasi untuk menghidupkan kembali Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) yang saat ini berganti nama menjadi P2UKK/P2UKD.
“Saya berkompromi dengan Kanwil agama didukung oleh petugas yang tugasnya bukan hanya sekedar menikahkan, melainkan menjadi pembimbing untuk pendirian rumah tahfiz, untuk membimbing orang mau naik haji, memberi nasihat kepada orang yang mau menikah, dan menyelesaikan masalah rumah tangga yang akan terjadi perpecahan,” katanya
Menurutnya, tugas dari P2UKK/P2UKD sangat mulia dan multifungsi apalagi jika ditilik dari honor yang diberikan oleh Gubernur tidak seberapa dengan tugas pokok dan fungsi P2UKK/P2UKD.
“Maka aku salut dengan bapak-bapak yang mau dilantik ini, tentu ini berawal dari hati. Dak seberapa honornya yang diberikan oleh gubernur Rp.3.600.000 selama satu tahun, ditambah lagi dengan kebaikan pak bupati diberikan seragam, ini luas tugasnya pak bupati dan mereka sangat paham kondisi di desa,” ungkapnya
Untuk diketahui kata Herman Deru, sejak Provinsi Sumsel menggagas menghidupkan kembali P3N
banyak daerah-daerah lain yang belajar dan meniru, seperti dalam waktu dekat Provinsi Maluku datang mau belajar ke Provinsi Sumsel.
“Setiap pemimpin akan bertemu dengan peristiwa mana yang bermanfaat dan mana yang banyak mudharat. Jadi apa yang kita sudah perjuangkan ini, digunakan dengan sebaik-baiknya. Membangun ahlak paling penting, tidak gampang membangun ahlak,” tandasnya.#rel