Deklarasi Damai ‘Dari Sumatera Selatan Untuk Indonesia Damai’

24
BP/DUDY OSKANDAR
Suasana drama treatrikal di acara Deklarasi Damai ‘Dari Sumatera Selatan untuk Indonesia Damai’ di Simpang 5 DPRD, Jalan Kapten A Rivai, Kota Palembang,Senin (20/5).

Palembang, BP–Polarisasi Politik pasca Pemilihan Presiden 2019 dan menjelang pengumuman pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 nanti cenderung meningkat dan sedikit memanas.
Kecenderungan tersebut relatif terjadi akibat dari masing-masing pasangan calon presiden (capres) mengklaim sebagai pemenang atas konstestasi politik lima tahunan tersebut.
Hal tersebut, diprediksi akibat dari pertarungan strategi kampanye kedua kubu yang tampaknya belum berakhir semenjak Pemilihan Presiden 2014.
Menurut Ketua panitia Mulyadi mengatakan sebagaimana yang disampaikan oleh pengamat politik Indonesia dari Australian National University, Marcus Meitzner munculnya dua kubu yang berseberangan sehingga menciptakan fanatisme akut yang membelah masyarakat menjadi dua kubu serta kemudian mengkerucut tajam menjadi pertentangan politik identitas masyarakat. Bukan menjadikan pesta demokrasi sebagai media untuk proses pendewasaan berpolitik sebagaimana yang diharapkan di dalam kehidupan berdemokrasi.
“Polarisasi Politik diantara dua fanatisme pendukung pasangan calon presiden, dikhawatirkan berujung pada segregasi sosial dan perpecahaan anak bangsa akibat dari perbedaan pilihan politik,” katanya. Disela-sela acara Deklarasi Damai “Dari Sumatera Selatan untuk Indonesia di Simpang 5 DPRD di Jalan Kapten A. Rivai Kota Palembang,Senin (20/5).
Untuk mencegah perpecahan anak bangsa setelah Pemilihan Umum khususnya di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) , maka pihaknya mewakili Forum Masyarakat Sumatera Selatan untuk Indonesia Damai (FMSS – Indonesia Damai) melakukan rekonsiliasi melalui Deklarasi Damai terutama pendukung di kalangan akar rumput.
“Kegiatan ini bernama Deklarasi Damai “Dari Sumatera Selatan untuk Indonesia Damai di Simpang 5 DPRDdi Jalan Kapten A. Rivai Kota Palembang,” katanya.
Acara dimeriahkan dengan drama treatrikal dari teater gaung, musik tradisional dan berbuka bersama anak-anak yatim. #osk

Komentar Anda
Loading...