Sensitivitas Money Politic, Turunkan Perolehan Suara PDIP di Sumsel?

29
BP/IST
HM Giri Ramandha N Kiemas

Palembang, BP
Secara pribadi Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) HM Giri Ramanda N Kiemas melihat fokus pemilih adalah Pemilihan Presiden (Pilpres) tidak melihat partai dan berdasarkan survey terakhir yang dilakukan pihaknya ternyata 25 persen pemilih itu akan mengalihkan dukungan jika menerima uang Rp200 ribu dan itu 25 persen pasti berubah.
Sensitivitas money politic sampai tahap akhir survey di H- 2 Minggu menurutnya,  memang tinggi atau sekitar 48 persen di Sumsel dan 25 persen jika dikasih uang diangka diatas Rp200 ribu dia siap mengalihkan dukungannya.
“Ini hanya analisa pribadi ya, bukan saya sebagai Ketua DPD PDIP Sumsel. Dari survei kami, sebanyak 25 persen pemilih itu bisa berubah pilihan. Bahkan, ada 48 persen yang berani meminta sesuatu untuk mengubah pilihan mereka, jika diberi diatas Rp200 ribu. Sekali lagi, ini hanya analisa pribadi saya,” kata Giri, saat ditemui di kantor DPD PDIP Sumsel, Sabtu (18/5)
Jika Bawaslu menurutnya,  tidak bisa menangkap permasalahan ini pihaknya tidak tahu karena pihaknya tidak ingin mengkritisi tugas Bawaslu.
“Dan mungkin ada ketakutan di para penerima uang tadi, daripada saya melaporkan masuk penjara juga lebih baik diam aja,” katanya.
Selain itu menurutnya, karena kebencian terhadap Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) sangat besar di Sumsel sekitar 60 persen pihaknya harus menanggung akibatnya.#osk

Komentar Anda
Loading...