Kisruh di Empat Lawang, PBB Sumsel Minta KPU Transparan dan Terbuka

23
BP/DUDY OSKANDAR
Sekretaris DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Misnan Hartono SH

Palembang, BP
Sekretaris DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Misnan Hartono SH mengaku hingga kini pihaknya belum mengajukan form keberatan terkait rekapitulasi yang dilakukan di KPU Sumsel, karena proses rekapitulasi di KPU Sumsel dinilainya baru berjalan.
“ Namun tidak menutup kemungkinan ada, kabupaten yang memang menjadi salah satu perbincangan kawan-kawan termasuk dari Partai Bulan Bintang seperti di Empat Lawang, karena kita buktikan kalau kabupaten Empat Lawang sampai dipindahkan ke Provinsi, itu khan ada problem ada masalah,”katanya saat ditemui di KPU Sumsel, Jumat (10/5).
Mengenai suara PBB hilang di Kabupaten Empat Lawang, pengacara kondang ini mengaku belum bisa membuktikan.
“Tapi paling tidak dengan kejadian ini kita minta KPU Sumsel juga transparan dan terbuka, kalaupun kita menang, menang secara aturan yang ada, kalaupun kalah secara terhormat,” katanya.
Sebelumnya Rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara pemilu 2019 oleh KPU Kabupaten Empat Lawang, diwarnai kericuhan dan bentrok antara massa pendukung calon legislatif dengan aparat kepolisian, Selasa (7/5).
Massa pendukung tidak puas dengan hasil rapat pleno dan menuntut adanya penghitungan suara ulang.
Kapolres Empat Lawang Ajun Komisaris Besar Eko Yudi Karyanto mengatakan situasi mulai tidak kondusif saat ada dua orang caleg, yakni Raka Warsih dari Partai Golkar dan Suprianto dari Partai NasDem tidak terima dengan perbedaan hasil pada DA 1 hologram untuk surat suara pileg DPRD Kabupaten.
Hujan interupsi pun mewarnai rapat pleno, dan saksi Partai Golkar dan NasDem mendesak KPU untuk membuka C1 plano, namun pihak KPU dan Bawaslu malah memperdebatkan aturan. KPU hanya bersedia membuka DA 1 dan enggan membuka C1 plano dengan alasan ada tahapan selanjutnya. Selain itu DA 1 plano untuk PAN dan Hanura penuh coretan putih sehingga massa pun semakin memanas.
Keributan tak terelakkan saat caleg yang bersangkutan menggebrak meja dan di luar ruang rapat massa memaksa masuk serta melakukan pelemparan sehingga aparat kepolisian terpaksa melepaskan tembakan peringatan.
“Keributan di dalam ruangan akhirnya berdampak pada mulai parahnya massa pendukung di luar ruangan. Mereka mendobrak pagar tapi dihalau petugas dan melepaskan tembakan peringatan. Massa mulai melempar batu ke arah petugas,” ujar dia.
Karena situasi semakin tidak terkendali, polisi kemudian mengamankan para komisioner KPU untuk meninggalkan lokasi rapat ke tempat yang aman. Sementara kepolisian berupaya menenangkan amukan massa.
“Kerusuhan itu berlangsung sekitar 20 menit. Setelah kita berkoordinasi dengan caleg dan perwakilan partai, massa pun tenang dan membubarkan diri hingga situasi kondusif. Tidak ada korban luka dari petugas maupun massa,” ujar dia.
Namun rapat pleno pemilu 2019 yang seharusnya bisa diselesaikan hari ini, terpaksa dihentikan dan dilanjutkan esok hari di tempat yang berbeda. KPU Empat Lawang meminjam Gedung Rapat DPRD Empat Lawang agar bisa mengakomodir seluruh tamu undangan.
Namun atas kejadian ini, polisi mempertimbangkan tempat lain untuk menyelenggarakan rapat pleno, akhirnya dipindahkan ke KPU Sumsel.
“Setelah kejadian ini, pleno akan lebih diperketat, kita maksimalkan kekuatan pengamanan kita sebanyak 200 orang petugas karena kita khawatir massa pendukung semakin banyak dan semakin anarkis,” katanya. #osk

Komentar Anda
Loading...