Perkuat Produksi Pupuk, Pusri Sinergi dengan PTSB

37

Palembang, BP

Memperkuat produksi pupuk, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang menggandeng PT Semen Baturaja (Persero) Tbk untuk memasok kebutuhan clay sebagai bahan baku pembuatan pupuk NPK bagi industri.

Direktur Utama PT Pusri Palembang Mulyono Prawiro

Direktur Utama PT Pusri Palembang Mulyono Prawiro mengatakan Pusri juga berkewajiban memastikan pupuk tersedia di pengecer dan penyaluran pupuk sampai ke petani hingga stok pupuk aman.

Salah satu upaya yang dilakukan menggandeng PT Semen Baturaja (Persero) Tbk untuk memasok kebutuhan clay sebagai bahan baku pembuatan pupuk NPK bagi industri. “Dengan adanya kerja sama ini bisa menguntungkan Pusri karena ongkos transportasinya bisa ditekan karena tidak lagi jauh-jauh ke Tuban melainkan dari Sumsel juga,” katanya.

Baca Juga:  SKK Migas Pastikan, Indonesia Masih  Miliki Peluang Investasi Hulu Migas Yang Besar
PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang menggandeng PT Semen Baturaja (Persero) Tbk

Mulyono menjelaskan clay merupakan komponen perekat dari ketiga unsur natrium, fosfor dan kalium dalam produk pupuk NPK. Dalam produksi NPK tercatat mengandung komponen clay sebesar 20%. Perusahaan menghitung kebutuhan clay bisa mencapai 300.000 ton per tahun untuk menghasilkan 100.000 ton pupuk NPK.

Mulyono menyebutkan Pusri beserta induk perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) sedang getol memproduksi pupuk NPK seiring tingginya potensi pasar di masa depan. “Kami mencanangkan bangun pabrik NPK sebesar 2,4 juta ton sehingga nantinya kita punya kapasitas hingga 6 juta ton,” ujarnya.

Baca Juga:  PT Pos Gandeng Tokopedia Pasarkan Produk UMKM
Sinergi PT Pusri dan PT Semen Baturaja

Dibeberkan NPK merupakan pupuk yang dibutuhkan untuk agri industri Tanah Air dalam jangka panjang. NPK ini dibutuhkan daerah pertanian tanaman pangan, perkebunan juga hortikultura dan ini terus akan berkembang.

Terkait masa tanam padi di April 2019 PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yang menyiapkan stok pupuk Urea mencapai dua kali lipat lebih.

Baca Juga:  Inilah Ungkapan Kekecewaan Pelanggan Telkomsel Usai Update Aplikasi MyTelkomsel

“Stok kami cukup aman, sekitar dua kali lipat kebutuhan per bulan,” kata Mulyono, Rabu (8/5).

Dari data yang dihimpun, hingga 7 Mei 2019 kebutuh pupuk PSO di Lini III-IV Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk Urea mencapai 7.412 ton, sementara stok Pusri mencapai 16.604 ton. #ren

Komentar Anda
Loading...